Archive for May, 2005

31
May

I**a, First Impression

Efek3 This is I**a (the picture is permanently unavailable to keep her privacy). She doesn’t look like a medical student, but she is! Our first meeting was at Cafe B**** B*** (cafe yang katanya I**a adalah most romantic place in town, yang juga jadi background fotonya). I**a is very easy going… pembawaan dari sifat sanguin-nya yang dominan. Pas kita pertama kali ketemu, she’s not trying to be someone else (padahal para cewek biasanya jaga image banget kalo pas pertama kali ketemu temen baru…) She’s friendly en gets along with practically everyone. Also almost always have loads of interesting stories to tell, all that, with her simply irresistible-apologetic look, surely make her a congenial person…

to be continued deh…

(Buat temen-temen sanguinku, in ascending age order: [Jen89, Me89, Am88, Ich84, Ssn83, Lw82, Sil82, Sh81, Yu78, Do78, Ci77], kalian selalu berhasil membuat dunia penuh warna!)

30
May

Fall in love to someone that never met before!

[english - start]
Could you believe if you could fall in love to someone that you even never met before…? Well, I believe that… and wouldn’t blame or critic you if you do so.
[english - end]

[indonesian - start]
Ganti indo ajah, lebih enak mengekspresikan diri… =D
Pasti kamu punya cowok ato cewek ideal. Buat mereka-mereka yang teenager biasanya punya cowok ato cewek ideal berdasarkan fisik yang dipunyai. Misalnya kalo cowok kepengen cewek ideal yang putih (ato item), yang tinggi (ato pendek), yang rambutnya panjang (ato pendek), yang  bibirnya tipis (ato tebel), yang… yang… yang… daftarnya bisa bertambah panjang. Ato kalo cewek, cowok ideal buat pasangan hidupnya itu misalnya yang macho (ato maskulin), yang tinggi gede (ato tinggi jangkung), yang rambutnya cepak (ato panjang kayak tau ming se), yang kulitnya putih (ato yang item), yang… yang… yang… (tambah sendiri daftarnya).

Ok, ciri-ciri fisik ideal yang kamu pengenkan, sama sekali gak dilarang. Tapi aku bisa kasih tau ke kamu, bahwa ciri-ciri fisik itu gampang banget berubah dan dirubah…! Bagi cowok-cowok yang pengen cewek (ato punya pacar) seksi (ampir semuanya pasti!), siap-siap kecewa setelah cewek tersebut melahirkan… (badannya akan membesar ke kiri, kanan, depan belakang - gak isa dibilang seksi lagi). Bagi cewek-cewek yang pengen punya cowok atletis, siap-siap kecewa setelah merried… Para cowok setelah merried biasanya tambah gemuk dan gak atletis lagi… Nah, gawatnya, bagi mereka yang pengen nyari pasangan hidup dengan dasar fisiknya doang, pasti kecewa dong… (gara-gara perubahan yang terjadi karena usia). Bisa-bisa bosen… Ups!

Kembali ke topik awal, bisakah kamu jatuh cinta (ato naksir) ke seseorang yang bahkan kamu blom pernah ketemu…? Bagi mereka yang fokus mencari pasangan hidup dengan dasar fisik, pasti akan bilang "Gak mungkin!". Ya, bisa dimengerti lah, gak pernah ketemu, gimana isa naksir (apalagi jatuh cinta)…

Aku, percaya bahwa ada orang yang isa naksir (bahkan jatuh cinta) dengan orang yang gak pernah ditemui sebelumnya. Mungkin mereka hanya komunikasi lewat chatting, lewat email, lewat telepon ato sms (tanpa pernah ketemu face to face). Mereka berdua, merasa cocok… si cewek kagum dengan jalan pikiran cowok, si cowok juga ngerasa si cewek selalu isa nyambung dengan apa yang dibicarakan. Ato sebaliknya, si cowok yang kagum dengan jalan pikiran si cewek, si ceweknya juga ngerasa bahwa cowoknya selalu memperhatikan apa yang diceritakan ke dia. Lalu mereka (bisa) akhirnya saling jatuh cinta. Cinta yang kayak gini ini, biasanya gak gitu mempermasalahkan fisik… Ok, sekarang percaya bahwa ada orang yang isa jatuh cinta tanpa pernah ketemu sebelumnya? Gak aneh lagi kan?

Teenager! Aku pernah jadi kalian. Aku pernah berpikir, kalo bukan fisiknya yang diliat, terus apanya? I told u, fisik PASTI… TI… TI… akan berubah (dijamin!). Kalo kamu jatuh cinta ke seseorang karena fisik dia yang sesuai dengan idealisme kamu, well, kamu harus siap-siap kecewa. Tapi ada satu hal yang gak pernah berubah dari diri seseorang… (dan smoga kamu jatuh cinta ke orang lain karena hal ini). That’s what I call personality… Kepribadian bakal kebawa terus sampe di liang kubur. Yang punya kepribadian gak banyak omong, gak akan banyak berubah even stelah dia merried ato tambah tua. Para cewek-cewek yang doyan ngomong (cerewet), akan tetap cerewet bahkan setelah punya anak (mungkin malah jadi lebih cerewet terhadap anak2nya). Itu yang gak berubah.

Jangan salah persepsi, kamu tetep boleh jatuh cinta kepada seseorang karena fisiknya. Tapi jangan jadikan itu satu-satunya fokus (dan jangan jadikan itu yang terpenting dalam pacaran). Yang terpenting adalah kamu bisa cocok dengan personality yang dia punya, karena justru personality ini yang paling banyak memegang kendali dalam pernikahan (dan bukan fisik!). Gak percaya? Let’s do math! Perhatikan orang-orang yang udah merried (well, I’m not merried yet, so I couldn’t share my experiences). Dalam 1 hari ada 24 jam. Berapakah perbandingan waktu para suami istri saling kontak fisik dengan kontak personality? According to my research, kontak fisik less than 10% (dan akan semakin berkurang dengan bertambahnya usia - some couples told me that they’re have sex 2-3 times a week!), sedangkan sisa waktunya (90%) adalah kontak personality (komunikasi). Oh, boy! That’s fact.
[Indonesian - end]

[English - start]
Well, what I’m trying to say is that you shouldn’t fall in love to someone just because (s)he’s phisically attracted… You’d rather fall in love to someone because her/his personality. Remember, physical body could easily change and changed! (watch Swan Reality show if still don’t believe). So if you have ONLY two options: phisically attrated but bad personality or good personality but not phisically attracted. What you gonna choose? Emm… I’m not forcing my opinion, and the decission still in you…
[English - end]

(Buat temenku yang bingung dengan kata ‘bekerja’ dalam konteks pacaran!)

24
May

Shocking News!

Ok, bout yesterday, Tuesday, May 24, 2005.

I received very shocking news. I even couldn’t decide wheter it’s a good news or a bad news (ha?! yup, you tell me!). Ok, here’s the news. It’s bout my ex girl. We’ve been 4 years in relation since 2000 and then we’re broke up (Middle 2004). Kinda worst day if i memorize that day… But it’s just a past.

Four years relationship was not a short relationship (some couple could get merried less than 3 years relationship). Tooo maaanyyy things we’ve been doing together, both nice dating and bad dating… Jealousy, loving, caring, angry, you mention it! We’ve done all that! Yaaah… we’re close enough.

And for some reasons, we’re broke up - i’m trying to fix up, make a better relationship for about 2 months, but i didn’t make it until she told me that she already has a boyfriend (October 2004). Hmmm… I guess she knew what best for herself. Okay, that’s shocking…

While she’s in relation with her new boy friend, she asked me not to contact both by sms and phone (her boy friend kinda strict boyfriend typical, you know… But I regard her that she’s still nice girl like I’ve known before =D). I never knew how exactly her relationship with her new boyfriend (her older sister ever told me bout it once, but i guess finally they’re doing fine).

The shocking continues seven months later (24 May 2005, present day). I received their engagement cake! My ex girl and her boyfried already engagement on Sunday 22 May 2005. Wow…! That’s shocking…! No, not shocking, but veeeryy shocking… Her younger sister told me that they’ll merried next November. I wanted to call her at the moment I heared about the news, but after thought for a while, I reached my cellphone then I typed an sms to her: "waaah, yg udah lamaran… rukun2 ame tunangan ye, ampe nanti merried… diberkati terus ama Papi yang di atas… amin (",)". Then I sent it. She didn’t reply until now… (I’ll update this BLOG after she replies my sms, hehe…).

Ok, that’s the story. =D

Well, life must go on. I have almighty GOD that always with me. HE has prepared my best future (including prepared my soulmate…!) Deep down in my heart, I could hear HE whispered in my heart and said "Windra, My beloved son, don’t be sad… I’ve planned the best plan for you. Wait and be patient until MY Time is coming. Now, will you surrender to ME, MY son?",

"Yes Lord", I replied, "I surrender and belong to YOU".

Then HE whispered again: "For MY thoughts are not your thoughts, neither are your ways MY ways. For as the heavens are higher than the earth, so are MY ways higher than your ways, and MY thoughts than your thoughts." ("Pikiran-Ku bukan pikiranmu, dan jalan-Ku bukan jalanmu. Setinggi langit di atas bumi, setinggi itulah pikiran-Ku di atas pikiranmu, dan jalan-Ku di atas jalanmu.")

By writing this Blog, i’m trying to express my self and writing what’s inside my mind in English. I’m not an English expert indeed, just want to develop both my english and my verbal intellegence… Hehehe…

(buat ‘dia’ yang sekarang udah tunangan… masih inget websitenya? I just checked, ternyata masih ada looh! Hmm… Website itu mungkin untuk the other ‘presh’…)

14
May

Manual Book of Life

I’m trying to express this topic in English first, but seems i didn’t make it. (someone could help me?)

Misalkan, kamu punya buku manual untuk kehidupan kamu. Ketika kamu ada masalah, kamu isa liat buku manual itu gimana cara nyelesaikannya (sama seperti ketika kamu ngeliat buku manual buat memperbaiki komputer, tipi, ato alat laen). Buku manual itu, isa ngasih kamu segala jawaban atas permasalahan hidup yang kamu hadapi. Gak cuman itu, kalo kamu kepingin bahagia, kepingin susah, kepingin kaya, kepingin hidup seneng semua ada di situ. Kamu bisa baca buku manual itu dan menerapkannya. That simple! Hmmm… Kalo buku itu ada, aku akan mengistilahkan "Manual Book of Life". Bayangkan, kamu menghadapi masalah "aku blom punya pacar! gimana cara ndapetkannya?" lalu kamu tinggal ngeliat Manual Book of Life tersebut di halaman xxx dan pop! kamu segera tahu jawabannya. Ato, kamu sudah punya pacar, lalu bertanya-tanya apa si pacar ini akan dapat membahagiakan kamu kelak kalo udah jadi suami ato istriku? - kamu tinggal ngeliat lagi di Manual Book of Life itu - jawabannya jelas sekali di sana. Ada lagi, misalnya kamu punya masalah dengan masa depan, bakalan kuliah di mana, mo jadi apa nanti, sesuai gak apa yang kamu kerjakan sekarang dengan apa yang kamu pinginkan… well… lagi-lagi kamu butuh Manual Book of Life itu - dan seperti yang kamu duga, jawabannya tertera dengan sangat jelas di situ.

Top question-nya, adakah Manual Book of Life kayak gitu? Kalo ada, apakah mau kamu membacanya? (Well, siapa yang gak mau, anyway…)

I’ll tell u a little bit bout me before I continue the story.

Gini… Aku itu (katanya orang-orang) seorang programmer (yang hebat, ehm… ehm…!). Aku bikin program buat company gitu, terus mereka make programku itu untuk transaksi mereka. Mostly, aku bikin buku manual buat program yang aku bikin, karena sebelum program itu mereka pake, tentu mereka harus tahu jalannya program itu dan aku harus training mereka gimana cara menjalankannya. Setelah mereka fasih menjalankan program tersebut, aku akan meninggalkan mereka dan sometimes kita tetep keep contact to make sure my program work properly. Ato kadang mereka yang nelepon aku kalo menghadapi kasus-kasus transaksi yang "gak biasa" dan mereka gak tau gimana cara entri ke dalam program. Kalo kasus itu sudah ada di buku manual, aku akan mengarahkan mereka supaya baca di buku manual halaman sekian… Biasanya seh memang sudah ada.

Karena mereka sudah membayar lunas harga program tersebut, maka aku akan memberi kebebasan kepada mereka untuk memasukkan data apa aja di komputer mereka. Mo data transaksi asli kek, mo palsu, mo gak diisi, mo ngisinya ngawur, mo njalankan gak sesuai dengan anjuran di buku manual yang udah aku buat, itu urusan mereka. Nah kalo misalnya gara-gara program tersebut gak dipake sesuai dengan buku manualnya, lalu mereka complain karena jalannya program gak seperti yang mereka harapkan, ya aku tinggal merbaiki terus ngecharge lageee (duit lageee…!). Wajar kan?

Karena aku yang bikin program, aku tau gimana cara merbaiki kalo ada salah-salahnya. Tapi tentu saja, mereka harus bayar harga (ya uang, ya waktu). Terus aku sendiri, ya easy going aja… Jengkel? Nggak, mereka kan udah bayar lunas programnya. Jadi mo diapain aja itu urusan mereka. Betul kan?

Kembali ke Manual Book of Life tadi. Menurut kamu, kalo Manual book of life tadi bisa dibuat, siapa yang paling pantas bikin? Not me, obviously. =D

Ato gini, menurut kamu, siapa yang paling pantas membuat buku manual untuk programku? Jelas, yang bikin program itulah yang paling cocok untuk membuat buku manual. Masuk akal kan?

Lalu kalo Manual Book of Life, sapa yang paling pantes untuk membuatnya? Jawabannya jelas, bahwa Dia yang menciptakan kita yang paling bisa membuatnya. Dia itu yang sering kita sebut dengan Allah, Tuhan, The one who created Earth and universe, itulah yang paling pas buat membuat buku manual itu. And He did it. Dia telah menyiapkan sebuah Manual Book of Life yang bisa kita baca ketika kita menghadapi masalah. Dia benar-benar bertanggung jawab dengan tidak membiarkan kita sendirian menjalani kehidupan tanpa Manual Book of Life… Dia menyiapkan Manual Book of Life yang disebut dengan Kitab Suci / Bibble. Masalahnya, kita aja yang sering kali gak membaca Manual Book of Life itu kalo lagi menghadapi masalah. Berusaha memecahkan masalah itu dengan kemampuan dan pengalaman kita. Hasilnya apa? Ya, kita harus bayar harga, kita ngerasa hidup ini berat sekali, kita ngerasa putus asa dst, dst, … (sama kayak clientku yang njalankan programku dengan ngisi data sembarangan, ya mereka harus bayar harga, desperate dengan programku - yes, i have client like that).

Like I told u, sometimes, client-ku (yang make programku) nelepon aku buat bertanya kalo ada kasus-kasus khusus transaksi mereka. Aku ngasih jawaban apa yang harus mereka lakukan. Sama kayak kalo kita menghadapi masalah (yang pemecahannya gak ada di manual book of life, tapi aku yakin semua masalah dapat dipecahkan oleh manual book of life ini, hanya kita yang gak tahu di halaman mana) yang harus kita lakukan adalah "nelepon" Dia. Nomer telepon Dia sangat mudah diingat dan dihubungi. We don’t need HP indeed! Yang perlu kita lakukan hanyalah merendahkan diri dan berbicara kepada Dia. Itu yang biasa disebut dengan doa. Ketika kita merendahkan diri dan berbicara dengan sungguh-sungguh di hadapanNya, Dia pasti akan menjawab bahwa jawaban masalah kita ada di Manual book of life (-kitab ini, bab ini, pasal ini, tapi akan jadi masalah besar jika kita sama sekali tidak pernah membaca Manual book of life tersebut)

So, apa kamu mau membaca Manual book of life itu setiap hari sehingga Dia dapat dengan mudah menjawab semua masalah kita? Jika pilihanmu "Tidak", ya Dia juga gak memaksa kamu… (karena dia sudah memberi kita "Free Will", sama seperti client-ku yang bebas mengisi data apa aja di program yang telah dibayarnya lunas). Kamu bisa melakukan apa aja dalam hidupmu, mo pacaran sama sapa aja, mo kuliah di jurusan apa aja, mo jadi apa aja, mo ngapain aja, whatever… Tapi, ketika apa yang kamu lakukan itu gak sesuai dengan Manual book of life, kamu harus bayar harga. Bisa jadi harga itu adalah uang, masa depan yang berantakan, hidup yang hopeless, kemiskinan, penderitaan, etc, etc… Wajar kan?

Contact me if you not sure about the power this Manual book of life.

(buat temanku yang masih gak yakin ma that "Manual book of life")