Archive for November, 2005

30
Nov

Nick “Incredible” Vujicic

Anyone that ever heard about Nick Vujicic (read: Nick Vuyiik), please raise your hand up…!
If you ever heard about him before, you’ll probably easily guess what’s the topic of this blog. But, if you never heard about him before, nothing is wrong with you. He’s not a top singer, not an actor, not a superstar. So who is he?

Resize_1 Kalo kamu lihat foto di samping, yang menampilkan seorang cowok keren dan seorang cewek cakep, mana yang lebih pantes disebut sebagai seorang Nick Vujicic? Yang cowok ato yang cewek?

Betulll…! Yang cowok yang punya nama Nick Vujicic. Sedangkan sebelahnya, cewek cakep itu, punya nama Yuli Triana. Teman sepelayanan di gereja. Yuli Triana ini special friend of mine, karena dia salah satu dari sedikit orang yang bisa membuat aku bener2 ketawa. That’s karena dia punya sense of humor yang bagus. Beside that, kombinasi kepribadian kolerik dan sanguin-nya, selalu berhasil menceriakan atmosfer di mana pun dia berada… Dalam kehidupan sehari2nya, Yuli ini adalah seorang businesswoman, dia mengelola sebuah swalayan terbesar di daerahnya. She’s already attached to someone (ups, bad news for the guys out there…?) and going to get merried… (kapan Yul…?). Nah, kalo buku serial Lit4Teen Soul yang pertama udah terbit (menurut penerbitnya, akan diterbitkan tahun depan), salah satu nama yang aku kasih ucapan terimakasih di situ, adalah Yuli Triana ini. She’s the one who encourage me, with her genuine enthusiasm (did I spell correctly?), to write and publish my blog (from blog to a book). Jadi, kalo kamu jadi temennya Yuli, surely, you’ll find that she has many wonderful traits yang bikin kamu really comfortable with her.
Where was I…? Oh, ya Nick Vujicic. If you still curious about Yuli (ato punya barang2 yang mo dititipkan di swalayannya), you can contact her by email.

Nah, kalo kamu liat foto Nick Vujicic dan Yuli Triana di atas tadi, kliatannya normal, nggak ada yang salah. Scroll windownya ke atas dan liat lagi. Ada kejanggalan? Bisa ngeliat kejanggalannya? Bukaannn…! Bukan tangannya Ko Roy yang ikut kejepret di foto. Bukan itu. Kejanggalannya adalah bahwa Nick nggak punya tangan dan kaki. Efek foto? 100% bukan! Di-edit pake photoshop? Juga bukan! Jadi?

22 tahun yang lalu, Nick terlahir tanpa tangan dan kaki. Sebenernya dia punya sebuah jari kaki yang mungil. Jari kaki yang dipakai untuk berjalan, untuk mengangkat (tepatnya melempar) gagang telepon ke bahunya, bahkan untuk mengetik 43 huruf per menit! (ok, sekedar perbandingan, aku punya 10 jari dan sudah 13 tahun terbiasa mengetik dengan keyboard, kecepatanku mengetikkan huruf a-z, rata-rata 6 detik. Kalau aku ngetik dari a-z dengan satu jari, kecepatannya turun menjadi 12 detik. Sedangkan percobaan mengetik dengan jari kaki… tidak berhasil!).

Nick juga seorang sarjana akuntansi, punya usaha bidang real estate di Australia. Ditambah lagi, dalam 3 tahun terakhir, dia telah berkotbah di seluruh dunia yang telah didengar jutaan orang! Hebat kan? A man without limbs.

Hari Rabu kemarin, dia dateng ke gereja Bethany dan berkothbah. Sebelum kothbah dia bisa menceritakan bagaimana seorang anak terkejut melihatnya,
"Mum… Look! There’s an alien…!" atau cerita ketika ada anak kecil yang bertanya, "What happened?" dia bisa jawab, "Crocodile bits me! Hrrrhgggg…!" ada juga seorang cewek yang mengira dia sedang membenamkan kakinya di pasir ketika sedang duduk2 di pantai. Cewek itu nanya, "How long did u do that?", "Well…" kata Nick, "quite a while…" Dan cewek itu, jelas kaget setengah mati ketika Nick bisa berjalan (dengan jari kaki mungilnya)! Kami semua tertawa ketika dia bercerita tentang hal itu.

Apa yang Nick lakukan, dengan menjadi seorang penginjil, pengkotbah, juga mempunyai pelayanan misi (menjangkau jiwa2 yang belum kenal Tuhan lewat sekolah, rumah sakit) jelas menunjukkan kualitas seorang Nick yang terlahir tanpa tangan dan kaki, 10% yang nggak dapet dikontrol. Tapi di the rest 90%-nya, LUAR BIASAAA…! Dia memilih untuk nggak menyerah pada kondisinya. Dia memilih survive. Dia memilih hidup sebagai seorang pemenang. Dia memilih hidup sebagai seorang yang sukses! Dan dia berhasil! Seperti katanya dalam kothbahnya: Philipians 4:4 "Rejoice in the Lord alway: and again I say, Rejoice.". Yup, dia bersukacita karena Yesus ada di dalam dia… Dia jadi seorang pemenang karena Yesus ada di dalam dia… (Philipians 4:13 I can do all things through Christ which strengtheneth me).

Pertanyaan garink (menjelang sumatif) untuk direnungkan: Ketika ada banyak hal dan alasan yang membuat kamu kecewa dengan dirimu, apa yang kamu lakukan?
a. rejoice    b. sleeping
c. crying        d. shopping
e. self pity

[Buat Yuli Triana: "Rejoice" kamu itu terimpartasi ke mana2, termasuk ke aku, hehe2... I should thanks for the impartation, sis...!]

29
Nov

Addicted-to-Someone Syndrome

[jayous_mode = OFF]
[hiperbola_mode = OFF]
[serious_mode = ON]

Pernah nggak kamu ngalami tertarik ke seseorang (lawan jenis)? Bukan sekedar tertarik biasa, tapi benar2 tertarik sampe2 kamu sering kali mikirkan dia…? Setiap hal2 yang berhubungan dengan dia, langsung membangkitkan minatmu. Lalu kamu berusaha keras untuk mencari banyak informasi tentang dia. (Pura2) nanya temen, nyari2 informasi sendiri tentang dia, kalo ada temen yang lagi ngomongin dia, langsung kamu menajamkan telinga (tapi berusaha dengan keras menampilkan wajah-pura2-tidak-mendengar). Pokoknya apapun tentang dia, kamu ingin tahu. Jika iya, berarti kamu mengalami Addicted-to-Someone Syndrome (ATS Syndrome). Satu lagi sindrom temuan Windra (setelah sindrom SMTS).

Oke, sebelumnya, mari kita bagi ATS Syndrome menjadi dua jenis. Pertama, ATS Syndrome terhadap orang atau pihak yang di luar jangkauan. Misalnya ATS Syndrome terhadap aktor ato penyanyi. Do I have one? Yes, I have some. Aku ATS Syndrome terhadap Michael Learn To Rock (karena lagu slow rocknya dan liriknya yang romantis), The Corrs (karena lagu popnya), Shania Twain (karena lagu countrynya) dan Reza (karena lagu R&B-nya). Begitu aku dengar tarikan suara dari penyanyi2 tadi, aku langsung tahu kalo itu yang nyanyi mereka (dan otakku berusaha mencari tahu apa judulnya). ATS Syndrome jenis pertama ini, dalam batas normal, kamu mengoleksi gambar (kalo itu artis ato aktor), mengoleksi kaset/CD-nya (baik membeli kaset/CD-nya ato dengan membajak lewat MP3), nyari2 info tentang dia di internet. Masih normal? Ya dalam tahap ini. Tapi (personal opinion) kamu jadi gak normal kalo kamu sampe ngerubah penampilan gara ATS Syndrome terhadap dia. Kamu tiru2 penampilkan dia, lalu menjauhi semua yang dia nggak sukai dan menjalani yang dia sukai walopun itu "bukan kamu". Sebenernya percuma kan? Toh, ini adalah ATS Syndrome terhadap orang atau pihak yang di luar jangkauan…

ATS Syndrome jenis kedua adalah ATS Syndrome terhadap orang di dalam jangkauan. Maksutnya, kamu masih setiap saat bisa ketemu dengan dia dan bahkan berkomunikasi dengan dia. Misalnya, kamu ATS Syndrome terhadap kakak kelasmu, terhadap temen sekelas sendiri yang keren, terhadap gurumu (ups, you did?). Dalam tahap wajar, gejala2 yang ditunjukkan berupa: kamu jaim di depan mereka (jurus pdkt #1). Berusaha menampilkan "the best of you" di depan dia. Lalu di belakang mereka, kamu ingin tahu banyak tentang dia. Siapapun yang punya informasi tentang dia, langsung kamu interogasi. Selesai gejalanya? Blom, kamu juga cari2 informasi tentang dia. Terus? Kamu berusaha mencuri dan mencari perhatiannya. Masih ada lagi gejalanya? Ya, kamu menjadi seperti yang dia inginkan, kamu mengikuti selera dia. Kalo dianya suka musik Jazz, kamu mulai blajar suka denger musik jazz. Kalo dianya suka nggambar, kamu mulai blajar nggambar. Kalo dianya suka baca buku, kamu mulai baca2 buku yang dia udah pernah baca. Kalo dianya suka jalan2, kamu mulai nyari2 informasi tentang tempat jalan2 yang asyik. Kalo dianya nge-fans sama BOA, kamu juga mulai nyari2 informasi tentang BOA (biar isa nyambung kalo ngomong2). Gitu aja? Nggak… Kamu jadi seneng ngelewati tempat2 di mana dia sering berada (dan menoleh kalo2 dia berada di sana). Seandainya kamu bisa melewati depan rumahnya, kamu pasti dengan senang hati memilih jalur untuk bisa lewat di depan rumahnya (dan berpikir bahwa dia sedang berada di dalam sana). Lalu? Kamu jadi sering bertanya2 apa yang kira2 sedang dia lakukan saat ini. Sudah selesai gejalanya? Blom, kamu ngerasa sedih ketika dia tidak bertindak seperti yang kamu harapkan, ketika dia nggak bales sms kamu, ketika dia cuek ma kamu. Ato bisa juga, kamu merasa senang setengah mati ketika dia memperhatikan kamu. Bahkan satu misscall dari dia, sudah membuat jantungmu berdebar2. Ketika ada bunyi SMS masuk, yang terpikirkan adalah bahwa SMS itu dari dia.
Itulah ATS Syndrome jenis kedua.

Pernah ngalami? I bet you did!

Pada stadium kedua, kamu jadi posesif. Selalu ingin tahu di mana dia. Selalu ingin tahu ngapain dia. Selalu ingin memiliki dia. Selalu ingin bareng dia. Nggak rela kalo ngeliat dia ngobrol akrab dengan orang laen. Ngambek pas dia gak bales SMS dari kamu. Mikir yang nggak2 ketika liat dia lagi telepon2an ma temennya.

Wajar? Ya wajar aja. Kalo kamu ngalami itu semua, welcome to the club. Kamu nggak sendirian kok. Tapi kalo sampe stadium 2, itu yang nggak wajar.

Kalo dihubung2kan ma kepribadian, orang2 melankolis bertindak persis seperti apa yang aku tulis barusan. Dan karena mereka adalah orang2 yang mendalam, mereka sanggup blajar apapun demi mendapatkan sedikit perhatian dari dia. Jadi kalo terkena ATS Syndrome dengan gejala2 di atas, kemungkinan besar kamu adalah orang melankolis. Kalo orang sanguin, pasti gak gitu perhatian ma apa kesukaan dia, lupa ma alamat rumahnya, nggak ambil pusing ketika dia gak bales sms, cepet bosen kalo apa yang dia senengi ternyata nggak asyik, nggak mbela2in nyari2 informasi tentang dia… Itu asyiknya orang sanguin (dan kadang menjengkelkan).

Nah, btw, knapa aku nulis seperti ini? Ada beberapa alasan.

Yang pertama tulisan ini buat j (hei, cool nick… I’ll start call u j, kay?) yang jadi objek dari seseorang yang mengidap ATS Syndrome pada stadium yang parah. Semoga kesadaran tentang ATS Syndrome ini bisa sedikit menyadarkan "beliau"nya bahwa ATS Syndrome yang dideritanya, ternyata, dalam beberapa kasus mengganggu objek penderitanya (semoga ya j!).

Lalu, alasan yang kedua, adalah bahwa aku adalah objek sekaligus subjek dari ATS Syndrome. Jadi objek seseorang yang terkena ATS Syndrome, sampe aku terkesan dengan usaha yang dilakukan si subjek, yaitu "the-girl-who-ngaku2-pacarku" (sayangnya kesan yang aku dapet negatif). Dengan berbagai pertimbangan, aku nggak menuliskan apa2 yang udah dilakukan dia ke aku, may be i’ll write as a cerpen someday. (j, kamu kepikir btapa menariknya plot cerita si the-girl-who-ngaku2-pacarku ini gak? 2 years… kayaknya dari 1st year udah "menarik").

Where was I? Oh, selain jadi objek, aku kok ternyata jadi subjek juga. Dan itu baru aja aku sadari stelah aku chatting dengan si Chubby kmaren…! Chubby, thanks buat "Nova"-nya.

[Buat j, j ini prolog buat buku "PDKT for Dummies...!", as requested]

24
Nov

Budi Mencari Kado

Kemaren malem, tiba-tiba Budi nelepon di Flexi-ku… Temennya dia, cewek mo ultah. Dia nanya kira2 kado apa yang cocok buat dia (buat cewek itu, bukan buat Budi). Budi ini adalah salah satu anggota FCT yang unik, punya nomor keanggotaan FCT#13 (mine, FCT#26).

Oke, FCT memang unik.

Tidak ada satupun dari kami yang hidup sebagai manusia normal (itu sebabnya disebut sebagai Funky en Cool Team). Doni misalnya, FCT#07. Punya badan segede jin di Aladin. Bedanya, jin di Aladin bisa masuk di teko sedangkan Doni nggak. Tapi dia bangga dengan badannya yang gede, kalo kenalan ma cewek dengan bangga dia bilang, "Halo, namaku Doni. Beratku 1 kwintal, 12 kilo, 1/2 ons". Sekarang, Doni (yang bergelar S.Kom) telah menjadi seorang pedagang keliling snack. Daerah kelilingan: Nongkojajar dan sekitarnya. Badannya yang besar, sering dimanfaatkan untuk menagih hutang.

Budi juga unik. Makhluk paling cuek di antara FCTers. Suka menghilang. Kalo kita lagi jalan2 di mall ma Budi, pertanyaan yang sering muncul adalah, "Loh, Budi mana?". Kalo sekarang nanya gitu, pasti tinggal di-hape. Dulu jaman2 kita kuliah hape masih segede sepatu bata (kalo dilempar ke anjing, anjing itu bisa cacat permanen). Tapi walopun sering ilang, Budi adalah tipe teman yang setia dan nggak banyak tanya. Kalo di antara kita ada yang lagi suntuk, biasanya tinggal ke rumahnya Budi, lalu ngajak Budi keluar. "Bud, kluar yuk!". Walopun sedang mandi, Budi akan segera kluar, "Yuk!". Yang ngajak langsung pingsan, nggak jadi jalan2.

Where was I? Oh, ya… Budi lagi mo nyari kado buat temen ceweknya. Tanggapan yang berbeda2 muncul dari para FCT ketika tahu Budi hendak memberi kado ultah pada seorang cewek

Windra (FCT #26): [dengan mimik setengah tidak percaya] "loh, Bud… ternyata kamu punya teman cewek?"

Doni (FCT #07): [otak bisnis] "Bud, beliin snack aja satu ball. Nanti tak kasih harga spesial!"

Roy (FCT #01): [pedagang komputer] "Waduh, stok flash disk masih banyak… Masak aku harus nurunin harga lagi?" [nggak nyambung, sibuk ngurusin barangnya yang blom laku]

Arie (FCT #23): [salesman knalpot] tak satu katapun keluar dari mulutnya. matanya mulai berkunang2, tak lama kemudian pingsan! [baru pulang dari kelilingan di Lombok sambil berenang, untuk menghemat ongkos tiket pesawat yang semakin mahal]

Deddie (FCT #69): "Gileee loe ye Bud… Kite yang udah 8 taon ngumpul bareng, nggak perna loe kasih kado kalo ultah. Itu cewek baru loe kenal udah dikasi kado!" [tinggal di jakarta, sok jakarte].

Terus terang, kebiasaan kami para FCT, hanya mengingat ultah anggota FCT lain hanya dan jika kami ditraktir. Ingatan itupun hanya bertahan satu hari, yaitu pada saat ditraktir. Besoknya kami sudah lupa siapa yang ulang tahun. Seandainya seminggu kemudian orang yang sama mentraktir kami (dengan alasan ulang tahun lagi), tanpa rasa bersalah, kami akan tetap memberi ucapan selamat dan berjanji mengingat2 bahwa tanggal tersebut dia ulang tahun. Tapi, keesokan harinya kami sudah lupa siapa yang ulang tahun kemarin. Jadi jika Budi bisa ingat tanggal ultah seorang cewek, pasti cewek itu bukan cewek biasa.

Where was I? Oh, ya… Budi lagi mo nyari kado buat temen ceweknya. Akhirnya kita berdua ke matos dalam rangka mencari kado. Masuk ke salah satu toko asesoris… Mbaknya dengan ramah tersenyum pada kami, "Silahkan…"

Semakin banyak pilihan, ternyata semakin membingungkan. Ada banyak barang di situ. Gelang tangan, gelang kaki, jam tangan, jam kaki, saputangan, sapukaki, kotak musik, kotak cincin, sampe teh kotak. Pilihan jatuh pada teh kotak, untuk diminum, bukan sebagai kado. Setengah jam memilih, masih blom ada tanda2 barang apa yang dibeli.

"Bagus mana ya? Kotak musik ato gelang tangan?"
"Bagus gelang tangan Bud…"

"Kalo gelang tangan sama gelang kaki?"
"Bagus gelang kaki Bud…"

"Kalo gelang kaki sama jam tangan?"
"Bagus jam tangan Bud…"

"Kalo jam tangan sama saputangan?"
"Bagus saputangan Bud…"

"Kalo saputangan sama kotak cincin?"
"Bagus kotak cincin Bud…"

"Kalo kotak cincin sama kotak musik?"
"Bagus kotak musik Bud…"

"Kalo kotak musik sama gelang tangan?"
"Bagus gelang tangan Bud…"

"Kalo gelang tangan sama gelang kaki?"
"Bagus gelang kaki Bud…"

Satu jam kemudian…

"Kalo kotak cincin sama kotak musik?"
"Bagus kotak musik Bud…"

Tiga jam kemudian…

"Kalo gelang tangan sama gelang kaki?"
"Bagus gelang kaki Bud…"

"Kalo gelang kaki sama …"
* BLETAAAK… * sebuah Kotak musik melayang, tepat mengenai kepala Budi.

"Oke deh. Kalo gitu jam meja ini aja"

Aku langsung lega!

Ketika dibawa ke kasir, dari 3 orang kasir, 1 orang tertidur, 1 orang menjadi fosil dan 1 orang lagi menggotong cash register, dalam posisi siap dilempar setelah lemparan kotak musik pertama tepat mengenai sasaran.

"Ini harganya brapa mbak?"
"30rb" Jawab Mbaknya pendek. Ketus.
"Nggak boleh kurang…?"
"Nggak!"
"Nggak dapet bonus, voucher nginep di hotel Hilton mungkin?"
"Nggak!"
"Voucher makan di KDS?" Budi mencoba menawar.
"Nggak!" Mbak itu mulai frustasi
"Voucher mentari aja deh…!"
"Nggak!"
"Voucher simp…"

* BRAAAAKKK… * Cash register benar2 melayang. Akhirnya Budi setuju. Membayar Rp. 30rb, dibungkus kertas kado kuning, dan diberi pita merah muda. Totalnya Rp. 38rb. Ketika hendak pulang, Budi meyakinkan sekali lagi,

"Beneran nih mbak kita nggak dikasih bon…" Budi nggak brani melanjutkan kata2nya. Mbak itu sudah berubah menjadi tentara ala Rambo. Ikat kepala merah, wajah dicoreng2 dengan arang, senapan mesin otomatis K36 merek Sony dengan peluru menggelantung di pundaknya. Mbak itu berdiri tegap, kaki sedikit terbuka, dengan pandangan dingin, penuh kebencian, senapan mesin diarahkan tepat ke kami, sedetik kemudian… "Traaatt… traaat… traatt.. treeet…" Kami segera lari. Merunduk, tiarap, merayap, jungkir balik di antara desingan peluru yang hanya berjarak satu senti di atas kepala kami. Dengan penuh perjuangan, melewati sungai, hutan dengan berbagai jebakan ranjau, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Tempat parkir. Dan ketika kontak mobil dinyalakan… [bersambung]

[buat Budi, jangan lupa dikenalin ke FCTers ceweknya...]

* OFF TOPIC *

Beberapa hari ini, otakku dipenuhi gairah untuk membuat novel buat anak muda yang unik, yang lucu, yang kalo dibaca, bisa bikin ngakak pembacanya. Jadi setiap kejadian yang aku alami, setiap percakapan di chatting, setiap balasan dari sms yang masuk, aku jadikan sesuatu yang jayus. Stelah aku melakukan hal2 yang jayus itu ke 75 orang, hasilnya adalah papa mamaku nyaris tidak mengakui aku sebagai anak, 4 orang mengira aku lupa ingatan, 6 orang muntah2, 13 orang mengira aku kerasukan jin jayus, 21 orang masuk rumah sakit jiwa dan 31 orang berpura2 nggak kenal ma aku. Ok, itu hasil yang mengerikan. (Smoga itu bisa menjawab pertanyaan 2 anak yang heran, apa gerangan yang terjadi denganku…)

Blog ini, adalah salah satu hasil dari kejayusan. Tapi tokoh dan kejadian Budi mencari kado itu bener2 nyata. So, I’m gonna take a survey. Please help! Nurut kalian, apa novel dengan gaya cerita kayak gini cukup lucu? Bisa bikin ketawa ngakak (ato malah muntah)? Write your comment… Apa aja, semua masukan akan dipertimbangkan dalam rangka penulisan novel. Bab I dari novel akan segera dirilis di Blog ini (jika banyak komentar positif). Thanks guys!

17
Nov

Razia oh razia…

[gaya bahasa HIPERBOLA on]
Hari Kamis kemarin adalah hari Kamis yang indah. Bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan yang aku lalui. Udara yang sejuk dengan angin sepoi-sepoi yang turut mengantarku memasuki gerbang sekolah. Marsupilami nampak terkantuk-kantuk dari balik kaca jendela. Jam masih menunjukkan pukul 6:35. Namun beberapa anak terlihat terburu-buru karena belum menyalin pe-er. Padahal anak yang hendak dicontek pe-ernya, masih tertidur dengan nyenyak di kostnya. "Go… go… go…!" Teriakku "Mereka akan membunuh dan mencincang kalian kalo pe-er kalian kurang satu nomer saja…!" Dan anak-anak tersebut berlari terbirit-birit menuju kelasnya dengan wajah ketakutan. Aku tertawa terbahak-bahak!

Setelah memarkir mobil (dan tak lupa meninabobokkan marsupilami), aku menuju lab komputer. Mempersiapkan untuk pelajaran jam pertama TIK yaitu pengambilan nilai proses untuk materi cracking credit card. Siapa yang berhasil membobol credit card paling banyak, aku tidak segan-segan memberi nilai 100. Sedangkan uang hasil pembobolan credit card, akan dibagi berdua dengan adil, yaitu aku 95% dan anak tersebut 5%. Tambahan, jika sampai pihak kepolisian menangkap, maka si anak harus menanggung resikonya sendiri. Cukup adil…

Bel berbunyi tanda masuk. Para rusa, kucing, anjing, gajah, dan semut segera masuk ke kelas masing-masing. Tapi ketika aku hendak masuk ke kelas, tiba-tiba saja pintu kelas itu telah tertutup rapat. Partner-ku, Bu Lina yang sudah masuk kelas terlebih dulu, dikeluarkan tanpa ampun dari kelas tersebut diiringi dengan teriakan yang sayup-sayup yang terdengar di balik kelas "Kau tidak perlu berada di sini… Pergiiii dari kelas ini…! Pergiii sekarang jugaaaa…!"

Masih di dalam kebingunganku, Bu Lina keluar dari kelas tersebut. Lalu sambil terbata-bata mengatakan…

"A… A… Ada… Ra… Ra…"

"Ada rampok? Di dalam kelas ada rampok? Bagaimana nasib anak-anak? Apa mereka dijadikan sandera? Apa tuntutan mereka?" Tanyaku bertubi-tubi. Tanpa pikir panjang, aku segera menelepon 911. Agen Mulder dan Scully dari FBI juga segera aku kontak agar secepatnya menuju ke SMAK Santo Yusup Malang, Indonesia. Tak lupa CIA, KGB, LAPD, SWAT, datasemen 88, tim gegana POLRI, serta beberapa preman pasar Blimbing juga aku hubungi. Yang terakhir, aku hanya sekedar menanyakan kabar mereka saja, tanpa ada maksud mengundangnya.

"Ada… Ada… Ra… Ra… Razia!" Akhirnya Bu Lina berhasil mengatakan kalimat tersebut. "Oooo… Hanya sekedar razia." Sahutku lega. Nanti jika para aparat keamanan itu sudah datang, aku akan mengatakan bahwa hanya ada razia kecil. Dan mereka boleh kembali, tentu aku akan memberikan uang rokok kepada mereka.

Aku mengamati dari balik jendela, kalau-kalau ada di antara mereka yang mencoba bunuh diri daripada malu dirazia. Tapi ternyata tidak ada. Sehingga, aku dan Bu Lina memutuskan untuk berjalan-jalan di taman di samping deretan kelas XI IPA 2, 3, 4, X-I, dan X-J. Di taman tersebut, kami dapat berjalan-jalan dengan bebas, saling bercerita tanpa ada gangguan dari pihak lain.

Tapi tahukah kalian apa yang terjadi ketika kami berada di taman tersebut? Sebuah buku dan CD terserak di sana. Belum sempat kami mengobrol, sebuah kotak dilempar dari jendela kelas XI IPA 4. Hei…! Itu sangat mengganggu acara jalan-jalan kami! Dengan penuh kecurigaan, Bu Lina mendekati kotak tersebut. Aku mengingatkan Bu Lina agar benar-benar waspada!
"Apa sebaiknya kita menunggu tim penjinak bom, Bu?" Saranku. Bu Lina mempertimbangkan sebentar, lalu "Tidak perlu Pak. Jika ini bom, seharusnya sudah meledak ketika dilempar tadi." Benar juga, pikirku. Bu Lina segera memungutnya, lalu dengan hati-hati dibukanya kotak tersebut. Ternyata isinya… uang… uang… uang… lembaran $100! Emas, permata, berlian…!
[ups... maap2, gaya bahasa hiperbola tidak dapat dibendung!].

Ternyata isinya adalah ponsel Nokia 6***. Aku benar-benar heran, selama aku punya ponsel sejak tahun 1997, tidak sekalipun aku membuang ponsel, teman-temanku yang lain juga sama. Mereka tidak pernah membuang ponsel, apalagi dibuang ke taman. Membuang bungkus permen sering.

Akhirnya, kami tidak jadi berjalan-jalan di taman itu. Kami kuatir, next time yang dilempar bukan ponsel, tapi batu! Jadi kami memilih berjalan-jalan di tempat lain. Barang-barang hasil buangan yang ada di taman tersebut aku bawa. Kami berkeliling-keliling melihat kehebohan yang terjadi sebelum akhirnya kami berpisah. Aku ke Lab komputer, dan Bu Lina berjalan-jalan di taman lain.

Tanpa ada maksud mengganggu privasi orang lain, aku menyalakan ponsel tersebut. Tujuanku, mencari tahu pemilik ponsel tersebut. Identitas pemilik ponsel biasanya ada di welcome screen, foto walpaper, atau di foto album. Ternyata di welcome screen tidak ada petunjuk, foto walpaper juga idem. Membuka album atau inbox sms pastilah dapat diketahui siapa pemiliknya. Tapi itu sesuatu yang sangat pribadi, aku menimbang-nimbang apakah aku begitu urgent untuk mengetahui siapa pemiliknya dengan membuka foto album atau inbox sms.

Tiba-tiba, segerombolan anak dengan tampang sangar masuk ke lab komputer ketika HP tersebut di tanganku. Tanpa mengetuk pintu, tanpa permisi, mereka tiba-tiba saja berada di depanku. Lalu mencekik leherku untuk berusaha mengambil alih ponsel tersebut. Aku berteriak, meninju, menendang, dan mati-matian mempertahankan ponsel tersebut.

"Serahkan ponsel itu!" Katanya. "Serahkan atau…" Lalu ada suara "Klik" di belakangku. Suara pistol yang diaktifkan. Perlahan-lahan aku menoleh. Ternyata dia mengklik mouse yang terletak di sampingku. Klik… klik… klik… klik… "Horeee… Aku menang!" Ternyata dia sedang bermain minesweeper. Pheww… Aku kira itu tadi suara pistol.

"Gini…" Kataku sudah mulai tenang. "Kamu coba tanya Bu Lina. Soalnya tadi Bu Lina yang ngambil. Rasanya nggak bijak kalau aku ngasih ponsel ini ke kamu tanpa persetujuan Bu Lina. Kalo Bu Lina ok, ponselnya pasti aku kasih ke kamu lagi."

Gerombolan itu segera meninggalkan aku sendirian. Ponsel itu aku kembalikan ke kotak, aku masukkan ke brankas kecil. Brankas kecil itu aku masukkan ke dalam brankas sedang. Brankas sedang itu aku masukkan ke dalam brankas besar. Tak lupa aku menguncinya. Aku merantai seekor anjing bulldog dan herder di dekat brankas tersebut. Lalu aku mencari Bu Lina untuk berunding.

Ketika aku bertemu dengan Bu Lina, kami mulai berunding apa yang sebaiknya kita lakukan terhadap ponsel tersebut. Beberapa alternatifnya, yaitu: dijual dan uangnya dibagi dua, minta uang tebusan kepada pemiliknya, didermakan ke panti asuhan, dikembalikan ke pemiliknya. Kami segera berunding, berdiskusi, berdebat, adu argumentasi, saling mempertahankan pendapat, ngotot, berbantah-bantahan, saling ancam, menggebrak-gebrak meja, menjungkirbalikkan komputer, mengadu ilmu, mengeluarkan jurus pamungkas. Dan akhirnya kami sepakat untuk memberikan ponsel tersebut ke sekolah dengan pertimbangan bahwa SMAK Kolese Santo Yusup masih belum mempunyai ponsel. Jadi semoga sumbangan ponsel itu dapat memperlancar jalur komunikasi yang selama ini masih menggunakan telepon biasa.

Kami memang tidak punya pilihan selain memberikan ponsel tersebut ke sekolah. Gerombolan tadi, jelas-jelas tahu bahwa ponsel tersebut telah berada di tangan kami. Apa mungkin kami yang ada di bawah naungan sekolah memberikan begitu saja ponsel tersebut sementara sekolah melakukan razia ponsel? Gerombolan tadi, pasti tidak akan tutup mulut jika kami mengembalikan ponsel tersebut ke pemiliknya. Berita bahwa kami mengembalikan ponsel yang seharusnya dirazia, pasti tersebar ke seluruh Indonesia, lalu seluruh dunia akan segera menyiarkan lewat breaking news, dan akhirnya sekolah akan tahu juga. Bagaimana pandangan sekolah terhadap kami, jika sekolah tahu bahwa kami tidak mendukung kebijakan sekolah dengan mengembalikan ponsel yang seharusnya di-razia? Kami tidak punya pilihan.

Seandainya (mari kita berandai-andai).
Pada saat itu si pemilik tidak melempar ponselnya, tapi menitipkan ponsel tersebut, maka kami dengan tanpa banyak pertimbangan dan perdebatan, dapat mengembalikan ponsel tersebut setelah pulang sekolah. Pada tatibsi, yang ditulis adalah "Dilarang membawa HP ke sekolah", tidak ada aturan "Dilarang menitipkan HP". Jadi jika kami menerima titipan HP dan mengembalikan HP tersebut pada pemiliknya ketika si pemilik tidak berada di lingkungan sekolah, kami tidak melanggar aturan.
[peluang bisnis: dicari lokasi di dekat sekolah untuk dibuka stand penitipan ponsel. Biaya penitipan cukup 5rb/minggu. Jika dalam seminggu ada 1000 anak yang menitipkan ponsel (baik SMP dan SMA), berarti dalam seminggu dapat meraup 5jt, sebulan 20jt. Setelah beberapa bulan, ponsel dapat dibawa lari dan membuka toko ponsel sendiri]

Dalam hatiku, aku sebenarnya lebih lega memberikan ponsel tersebut kepada pemiliknya. Soalnya aku tahu gimana rasanya kehilangan ponsel. Jadi gak isa sms-an. Harus kontak ke semua orang bahwa nomer kita yang lama sudah gak aktif (padahal nomer telepon ada di phonebook). Semua nomer penting ilang. Mesti mikir buat beli nomer lagi, buat beli ponsel baru (yang biasanya beli ponsel yang lebih jelek ketimbang ponsel yang lama). I know how it feels. It su*ks.
(Tips garink: backup lah selalu nomer2 penting yang ada di phonebook. Bisa diketik di Ms-Word kalo kamu gaptek. Ato kalo mo canggihan, pake kabel data, install software pc-suite untuk menghubungkan ponsel ke komputer, lalu gunakan fasilitas backup yang ada. Contact me for detail. Biaya konsul murah meriah, USD $10/menit).

Btw, berikut adalah tips dan trik jika ponsel kamu telah di razia:
1. Mencoba tawar-menawar dengan pihak sekolah untuk mempersingkat penahanan ponsel. Cara kasar, gunakan ancaman untuk meledakkan sekolah dengan bom jika tuntutan tidak dipenuhi. Modal: Rp. 300,- untuk menelepon sekolah dari wartel. Cara halus, bertemu dan berbicara baik-baik dengan yang berwenang. Modal: Pasang tampang yang membuat orang yang melihat jatuh kasihan ke kamu. Tip: jangan makan selama 3 hari 3 malam, setelah hari keempat, Anda akan mendapat tampang yang diinginkan.

2. Mencoba mengambil nomer ponsel tersebut. Cara kasar dengan membobol lemari penyimpanan, modal yang dibutuhkan linggis atau palu godam. Tip garink: Lakukan di malam hari. Cara halus dengan bernegosiasi apakah mungkin bahwa kartu ponsel diambil (sementara ponsel biarlah tetap disita). Jika masih tidak berhasil, mintalah pada pihak sekolah untuk selalu memelihara nomer tersebut dengan cara: setia mengisikan pulsa setiap bulan agar nomer tidak hangus.

3. Sebarkan selebaran lewat helikopter bahwa nomer kamu sudah tidak aktif lagi (jika perlu ceritakan kronologis bagaimana kamu kehilangan ponsel tersebut, siapa tahu ada yang terharu lalu membantu kamu dengan cara tip 1 & 2), jangan lupa menyertakan pada selebaran itu nomer yang saat ini kamu pakai sehingga mereka tetap dapat mengontak kamu.

4. Kobarkan semangat kepada teman-temanmu untuk selalu membawa ponsel di sekolah. Jika terjadi razia lagi, setidaknya kamu punya banyak teman yang dirazia ponselnya sehingga tercapai asas keadilan dan merata. Sama rata sama rasa (yaitu rasa kehilangan ponsel)

[serius mode on!]
5. STOP self pity! STOP menyesali diri! STOP membela diri! STOP jengkel dengan aturan sekolah! STOP marah ma orang laen! Gak ada untungnya nyesel, jengkel, marah… Rugi banget kalo waktunya diabiskan buat marah2, jengkel, nyesel… Gak ada gunanya prasaan gitu dipiara! MULAI cari alternatif laen buat meredakan kejengkelan (beli ponsel en kartu baru).

(Nah, kasus gini ini loh yang aku maksudkan di blog 10%-90%. 10% uncontrollable-nya: ponsel kena razia, trus 90%-nya? Hmm… Kamu yang putuskan! Sama juga kayak yang di topik "Bubur Ayam Spesial", nasi udah jadi bubur, so bikin "bubur ayam spesial" aja…).

[buat kamu yang minta kronologis razia ini diceritakan, begitulah kronoligisnya. Tapi tidak semua yang kamu baca itu bener... Loh, entar. Itu kan iklannya...?]

13
Nov

Senang-lihat-teman-susah vs Susah-lihat-teman-senang

Ini kategori personal opinion. Terinspirasi dari pengamatan terhadap orang2 di sekelilingku (and me as well).

[blog starts]
Ada sindrom yang aneh di sekeliling kita. Terjadi hampir di semua lapisan masyarakat. Mulai dari anak kecil sampe orang tua. Osteoporosis boleh cuman menyerang orang tua. Merengek2 minta uang jajan boleh cuman terjadi pada anak-anak kecil. Perasaan sedih ketika ulangan dapet jelek boleh cuman terjadi pada anak sekolah. Keinginan demo cuman ada pada para pekerja yang merasa dirugikan oleh pihak manajemen perusahaan. Kekuatiran terhadap masa depan anak, hanya bisa dirasakan oleh papa mama yang udah punya anak. Ketakutan nggak naek kelas, hanya bisa dialami oleh para pelajar. Lah, yang uniknya ada sindrom yang terjadi di semua lapisan masyarakat. Dari anak kecil yang baru bisa ngomong sampe orang tua yang udah nggak bisa ngomong bisa mengalami sindrom ini. Tau sindromnya?

Ada dua sindrom, yaitu sindrom senang-melihat-teman-susah dan susah-melihat-teman-senang. Kalo liat temen yang lagi ditimpa kesusahan, dia seneng. Dan dia susah kalo ngeliat teman yang lagi seneng. Pernah ngalami (menjadi objek atau subjeknya)? I bet you did! Mana yang lebih baik, sindrom seneng-melihat-teman-susah ato susah-melihat-teman-seneng?

Sindrom seneng-melihat-temen-susah itu sama jeleknya dengan sindrom susah-melihat-teman-seneng. Kalo boleh aku dengan "kasar" mengatakan, itu adalah penyakit… (btw, the-girl-who-still-remain juga seorang calon dokter, aku bisa minta saran buat nama penyakit ini, bu…?). Emm… kalo harus ngasih nama sindrom ini, aku akan memberi nama sindrom SMTS (untuk mewakili kedua sindrom ini, senang-melihat-teman-susah sekaligus susah-melihat-teman-senang).

Apakah sindrom SMTS terjadi pada anak kecil. Ya! Tanpa ada yang mengajari, anak kecil sudah terjangkit sindrom ini. Orang tua jelas tidak pernah mengajari mereka untuk bersedih ketika melihat temannya senang atau senang ketika temannya susah. Ayo, mau mengingat-ingat masa kecilmu? Apa yang kamu rasakan kalo kamu ngeliat seorang temenmu dengan asyik maen mobil2an (ato boneka buat anak2 cewek) yang lebih bagus dari pada punyamu? Most of them (anak-anak kecil) pasti segera terjangkit sindrom susah-melihat-teman-seneng. Rasa jengkel, iri, keinginan memiliki mobil2an (ato boneka) itu langsung ada di hatimu. I bet you did (hei, me too!).

Lalu pas kalian masih kecil, apa yang kalian rasakan kalo ngeliat ada temenmu yang lagi dimarahi guru (karena dia suka menggodai kamu)? Lega? Seneng? Nah kamu sedang terjangkit sindrom senang-melihat-teman-susah.

Ketika kamu udah rada gedean, sindromnya masih sama, tapi situasi pemicu terjadinya sindrom ini udah beda. Pas sekolah, ketika ada temen kamu dapet ulangan jelek (apalagi kalo itu sainganmu), sindrom yang terjadi adalah senang-melihat-teman-susah. Tapi ketika sainganmu berhasil menjuarai suatu kompetisi sehingga dia dipuji-puji guru, sindrom yang terjadi adalah susah-melihat-teman-senang. Hayooo ngaku nggak?

Later (buat kalian yang blom ngalami), ketika telah menyelesaikan studi dan terjun ke dunia kerja, sindrom ini masih terus terjadi. Baik yang jadi pebisnis maupun yang jadi pegawai. Kalo ada rekan bisnis yang dapet tender gede (dan itu nggak nguntungkan kita sama sekali), muncul sindrom susah-melihat-teman-seneng. Tapi ketika ada pebisnis saingan yang lagi bangkrut, gak isa bayar utang ampe semua aset-aset-nya disita bank, yang muncul adalah sindrom seneng-melihat-teman-susah.

Next journey of your life (setelah kalian punya anak), sindrom ini masih menjangkiti. Ngeliat anak dari temen kamu lebih berprestasi, langsung kalian terkena sindrom susah-melihat-temen-seneng (karena dia bangga banget ma anaknya, sedang kamu nggak isa membanggakan anakmu). Lalu, ngeliat anak temen kamu prestasi kalah jauh ma anakmu, sindrom yang muncul seneng-melihat-temen-susah.

Masuk akal kan kalo aku bilang sindrom SMTS adalah sindrom semua umur? Apa di sekelilingmu kamu ketemu ma orang-orang dengan sindrom SMTS? Ato jangan-jangan kamu sendiri juga mengidap sindrom ini? Stadium brapa? 1? 2? 3? 4? (1 paling ringan dan 4 paling berat).

Aku juga heran, bahwa ternyata ini adalah sindrom alami. Nggak pernah ada yang ngajari kita buat punya perasaan seneng ketika ngeliat teman susah ato susah ketika ngeliat temen seneng. Rasanya perasaan itu muncul gitu aja. Ini sindrom yang aneh… (ups… Aku ngalami dejavu saat nulis paragraf ini. Seolah-olah aku pernah nulis tentang ini sebelumnya… Hmm… aku jadi mikir bahwa mungkin Tuhan pernah reveal rencanaNya bahwa aku akan nulis hal-hal kayak gini, tapi setelah DIA nunjukkan rencanaNya DIA, ingatanku tentang hal ini dihapus agar gak sampe mengubah rencana DIA yang udah tersusun dengan baik. Dunno lah…)

Pertanyaannya, apakah ada obat buat penderita sindrom SMTS? Kalo yang dimaksud obat adalah obat dalam bentuk pil ato suntik, pasti gak ada. Coba deh, kamu tanya ke apotik, apa ada obat buat sindrom SMTS? Pasti si apoteker-nya bingung, lalu dengan polos nanya "Itu sindrom apa ya? Kok baru denger…". Nah, itulah kesempatanmu untuk menjelaskan bahwa ini adalah sindrom baru yang ditemukan (discovered) oleh Windra (ups, narsis mode lagi on!).

Obat buat sindrom ini nggak dalam bentuk pil. Eh, entar… Kamu setuju nggak kalo aku bilang sindrom ini adalah penyakit? Penyakit yang nggak ada untungnya bagi para pengidapnya (lagian sejak kapan penyakit bisa menguntungkan penderitanya? Ah, ya, ada… kalo kamu punya asuransi kesehatan mungkin bisa mengeruk keuntungan dari penyakit yang sedang kamu derita, kontak asuransi kesehatan terdekat untuk keterangan lebih lanjut).

Obatnya sindrom ini adalah brain-washing! Cuci-otak. Kamu nggak isa menggunakan sabun cuci merek apapun yang pasti. Cuci-otak kayak apa?
Gini deh, jelas ketika kamu terkena sindrom SMTS (susah-melihat-teman-seneng), sindrom itu merugikan kamu. Siapa sih yang mau susah? Misalnya ketika temen kamu lagi seneng (karena dia punya pacar baru, sedang kamu masih blom laku juga, karena dia peringkatnya lebih baik dari kamu, sedangkan kamu ngepres, karena dia dapet fasilitas dari ortu yang lebih baik ketimbang kamu, dst… dst…), lalu kamu yang terkena sindrom susah-melihat-temen-seneng, langsung stress! Tiap hari mikir… "Kok isa ya dia dapet cowok itu… Aku ini jelas-jelas lebih cakep dari dia, lebih pinter, lebih keren, lebih gaul, tapi kok isa cowok itu lebih milih dia? Huh…! Awas ya…! Nanti kalo ketemu…" (kamu teruskan sendiri deh, aku gak ikut2, hehe2). Sapa yang setuju bahwa pikiran kayak gitu itu merugikan diri sendiri? Hah…? Kalian gak setuju? Jadi menurut kalian itu pikiran yang normal? Wajar? Yaa ampuuunn… Pikir deh, kalo kamu mikir kayak gitu (susah-melihat-teman-seneng), apa ada untungnya? Bukannya kamu jadi nggak sukacita? Bukannya jadi mengganggu konsentrasi blajar? Bukannya jadi ngurangi mood kegiatan sehari-harimu? Bukannya malah kebencian yang kamu tanam di hatimu malah akan menghasilkan "buah" yang jelek? Bukannya pengaruh dendam di hatimu akan terpancar lewat wajah dan sikapmu sehingga orang yang ngeliat kamu jadi was-was? Bukannya nanti semua hal yang kamu lakukan sedikit ato banyak kamu lakukan dengan dasar kebencian itu? Lalu, buah macam apa yang bisa kamu harapkan ketika kamu melakukan kegiatan dengan dasar "kebencian"? Kamu nggak mungkin mengharapkan buah mangga muncul dari onak dan duri kan?
Paragraf di atas adalah Brain-washing #1, untuk menghadapi sindrom susah-melihat-temen-seneng. Message me if you still didn’t get the point. Some of you did it on my previous postings.

Untuk sindrom senang-melihat-temen-susah. Kelihatannya baik. Hati kamu menjadi senang ketika kamu ngeliat temen susah… kliatannya ini lebih positif ketimbang sindrom susah-melihat-teman-senang. Dengan hati yang senang, kita bisa lebih bersemangat blajar, kita lebih moody dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, kita lebih bahagia, dan hidup terasa menyenangkan… Stuju? Hah…? Kalian setuju?
Gini… semakin banyak kamu mengalami perasaan senang karena kesusahan temenmu (karena dia diputus pacarnya, karena dia peringkatnya jeblok, karena dihukum guru… dst… dst), artinya sindrom seneng-melihat-temen-susah dalam diri kamu semakin parah. So what kalo semakin parah? Bukankah perasaan senang yang dialami juga semakin banyak? Berarti semakin positif dunk? Not like that! Semakin parah sindrom seneng-melihat-temen-susah, artinya kamu semakin puas ketika melihat temenmu yang sedang ditimpa kesusahan. Dengan sifat dasar manusia yang selalu ingin seneng, kamu semakin berharap untuk mendapat kesenangan dari kesusahan temen-temen kamu. Semakin lama, kamu akan berada dalam ikatan mendapat "kesenangan" dari kesusahan temenmu. Aku kuatir, keadaan ini bakal bikin kamu "merancangkan" kesusahan buat temen kamu en you do that (agar kamu isa mendapatkan kesenengan dari situ). Temen kamu yang udah punya pacar, mulai kamu panas2i. "Eh, cowok kamu tu, kmaren aku liat jalan ma si cewek ini, gandeng tangan lagi. Kalo aku jadi kamu, pasti udah aku…" (kamu bayangkan deh skenarionya selanjutnya). Lalu kamu mulai mendapatkan kesenengan ketika hubungan temen kamu ma pacarnya mulai memanas. Yang jadi pertanyaanku, apa hidup senang dengan cara gitu yang kalian harapkan? Masih banyak banget cara mendapatkan kesenengan ketimbang dari ngeliat orang susah. Honestly buat aku pribadi, kesenangan yang didapat ketika bisa mendamaikan temen ma pacarnya, much… much… better ketimbang kesenengan yang didapet ketika berhasil memutus dia dengan pacarnya. Trust me. Blajar buat menghapus perasaan seneng ketika ngeliat temenmu susah. Gak ada untungnya kok sindrom seneng-melihat-temen-susah dipelihara. Apalagi sampe dikasih makan dan dikembangbiakkan!

[buat yang sudah bebas dari sindrom SMTS, congratulation... Welcome to FREE-SMTS-SINDROME club, and enjoy the successful, happiness and joy for your entire life!]
[blog-ends]

So, kalian boleh setuju, boleh nggak, boleh juga punya pendapat laen, post di comment aja.

10
Nov

The gosip!

[Classified as personal life category]

Ternyata gosip itu benar-benar ada! (dan gawatnya tersebar). Kemaren aku ketemu si Pipin yang menanyakan kebenaran gosip itu. Lalu dengan gaya khasnya yang meledak-ledak (meledak? emang bom?), si Pipin menjelaskan bagaimana gosip itu bisa tersebar.

Tau gosipnya?

Seorang anak kelas XI bahasa, mengklaim bahwa dia adalah pacarku. Dia mengaku ke teman-temannya bahwa aku ini adalah pacarnya dia…! (dengan asas praduga tak bersalah serta demi keamamanan hidupnya, aku nggak nyebut nama ato inisialnya). Tapi biar dia punya sebutan, mari kita sebut dia dengan sebutan: The-girl-who-ngaku2-pacarku.

Aku jadi inget lagu pas aku kecil, "Aku seorang kapiten… Mempunyai pedang panjang… Kalo berjalan, plok… plok… plok… Aku seorang kapiten" Aku ngaku-ngaku sebagai seorang kapiten tanpa malu… Padahal jelas aku bukan kapiten, gak punya pedang panjang, serta kalo jalan biasa-biasa aja. Tapi gak ada yang protes ketika aku nyanyi kayak gitu. Gak ada yang protes karena aku ngaku-ngaku sebagai kapiten. Bahkan kapiten sendiri, tidak pernah menuntut aku walopun dinyanyikan oleh anak kecil yang jelas-jelas bukan seorang kapiten. Kemungkinan besar, karena semua maklum bahwa si penyanyi adalah seorang anak kecil yang nggak perlu ditanggapi dengan serius.

Nah, yang ngasih tau pertama kali bahwa ada gosip kayak gitu, si Jenny via SMS. Aku pikir itu gosip biasa yang nanti juga ilang-ilang sendiri, jadi nggak gitu aku tanggapi. Eh, ternyata nggak. Beberapa anak bahasa yang sekelas ma dia ternyata juga tau gosip itu (dan beberapa curious apakah The-girl-who-ngaku2-pacarku beneran pacarku).

Wah… Kalo udah kayak gitu, kayaknya aku harus ngadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi gosip itu. (Tapi, sebenernya aku juga nggak yakin kalo ada yang percaya ma gosip itu…)

Sampe saat ini, aku masih blom punya pacar dan blom berminat pacaran. Masih punya janji ma Tuhan, bahwa aku nggak pacaran dulu kalo blom [tiiiit...! disensor]. Jadi selama aku blom [tiiiit...!] aku nggak pacaran dulu. (Juga the-girl-who-still-remain… just friend kok.)

Nah, analisaku (karena aku tipe orang yang suka menganalisa suatu kasus dengan detail), kalo ada yang mengklaim dirinya bahwa dia adalah pacarku, berarti ada beberapa kemungkinan.

Yang pertama, jelas The-girl-who-ngaku2-pacarku hanya mengaku-ngaku saja, tanpa fakta dan tanpa bukti apapun (dugaanku, motivasi dia adalah menarik perhatian).

Kemungkinan kedua, ada oknum yang mengkambinghitamkan The-girl-who-ngaku2-pacarku. Ini menggunakan asas praduga tak bersalah. Kemungkinan, dia adalah korban gosip juga. Dia nggak pernah ngaku-ngaku kalo dia pacarku, tapi kemudian karena ulah oknum tersebut, muncul gosip bahwa dia ngaku-ngaku pacarku (namun aku tidak punya suspect siapa oknum tersebut).

Kemungkinan ketiga, gosip itu tidak pernah ada. Aku hanya berhalusinasi bahwa dia ngaku-ngaku pacarku. Halusinasi terjadi karena aku sudah terlalu lama menjomblo, dan begitu terobsesi ingin dapat pacar. Sehingga dalam halusinasi tersebut, muncul seorang tokoh The-girl-who-ngaku2-pacarku yang sebenernya nggak pernah ada. (Apakah ada rekomendasi, dokter siapa yang dapat mengobati halusinasi semacam ini?)

Kemungkinan keempat, bahwa ini semua adalah persekongkolan jahat. Ada konspirasi gelap untuk menjatuhkan pasaranku. Sebuah sindikat, telah mengatur kejadian ini dengan sangat rapi. Mereka adalah sindikat (teroris), yang menyebarkan ketakutan pada masyarakat luas (walaupun salah satu pimpinan mereka, Dr. Azh*** telah meninggal). Mereka tersebar di sekeliling kita, ter-cover dengan rapi di balik kegiatan sosial sehingga tidak dapat dideteksi. Tujuan utama mereka untuk menjatuhkan aku. Agar masyarakat luas termakan gosip tersebut, sehingga aku tidak pernah bisa mendapatkan pacar lagi (Somebody, please call 911…! Help me out of this conspiracy…!)

Kemungkinan kelima adalah bahwa gosip itu benar. Di sebuah kafe, candle light diner yang romantis, hanya aku dan dia. When you tell me that you love me-nya Diana Ross mengalun dengan lembutnya diiringi dengan beduk yang bertalu-talu (karena masih dalam suasana lebaran). Ketupat disajikan di atas meja (sekali lagi, masih dalam suasana hari raya lebaran). Lalu aku mengatakan kepadanya dengan suara yang lembut. Lirih, disela-sela lagu, nyaris tak terdengar… "Sudah sejak lama aku ingin mengatakan ini padamu…" Dia memandangku, dengan berdebar-debar. Seolah-olah tak percaya dengan apa yang barusan aku katakan. Aku melanjutkan, "percayalah, apa yang aku katakan ini benar-benar dari dalam hatiku." Dia tidak sanggup memandangku lagi. Lalu, masih dengan suara yang lirih, aku berkata, "seandainya kamu tidak suka dengan apa yang aku sampaikan ini, that’s fine. aku bisa ngerti… kita tetap teman. Mau kan?" Dia mengangguk-angguk. "Thanks buat pengertianmu… Apapun yang kamu putuskan, aku bisa mengerti dan menghargainya. Kalau kamu butuh waktu untuk berpikir, aku bisa menunggunya" Lalu tibalah saat itu. Saat di mana aku harus mengatakan… "Maukah kamu… kamu… PULANG SEKARANG…? SUDAH MALAM…! KALO KAMU MENOLAK, BERARTI KAMU PULANG NAEK ANGKOT AJA YEEE…!" Lalu sejak saat itu, the-girl-who-ngaku2-pacarku mengaku ke semua teman-temannya bahwa dia adalah pacarku.

Menurut kalian, kemungkinan manakah yang paling benar? Ato kalo kalian punya kemungkinan lain (bagaimana mungkin bisa muncul tokoh the-girl-who-ngaku2-pacarku)?, silahkan diposting di comment.

[buat siapapun yang suka ngaku-ngaku jadi ini, itu... ini bukan zaman ketika kamu nyanyi "aku seorang kapiten"]

07
Nov

Jurus PDKT dan di-PDKT-i

[Cowok only... Strictly restricted for cewek!]

Pernah naksir cewek kan? Nggak usah malu-malu deh, itu normal kok. Biasanya para cowok kalo udah naksir cewek, sukanya pake jurus jaim (jaga image) di depan cewek yang ditaksir. Yang biasanya rambutnya acak-acakan jadi rapi (dari gel, hair cream, minyak rambut sampe minyak goreng dipake semua), yang biasanya gak pernah pake pengharum jadi make segala jenis pengharum (dari cologne, lotion, parfum, sampe pengharum ruangan!), yang biasanya baju seragamnya gak pernah dirapikan sekarang jadi super rapi dan licin (ato malah kebalikannya, baju seragamnya dikeluarkan, kancing atasnya sengaja nggak dikancing biar “seksi” katanya). Kalo mau nulis daftar jaim para cowok, bisa-bisa menghabiskan seluruh space di blog ini.

Dipikir-pikir, alasan menjadi jaim itu rasional juga kok. Masalahnya, kalo jadi cowok biasa-biasa, gak akan dapet perhatian dari cewek yang ditaksir. Jadi, jurus jaim harus dikeluarkan biar bisa mendapat perhatian. Gawatnya, kalo ngeluarkan jurus jaim yang salah, bisa-bisa cewek yang ditaksir tambah “eneg” (tau “eneg”? “eneg” itu biasa terjadi kalo kamu minum susu terlalu banyak, ato kalo lagi mabuk perjalanan sampe pengen muntah itu namanya “eneg”, bahasa kasarnya: muak). Jadi para cowok yang lagi naksir cewek dan pdkt, mesti ngeluarkan jurus jaim yang pas biar ceweknya nggak sampe “eneg”, sukur-sukur kalo ceweknya akhirnya tertarik.

Jurus #1: Dilarang keras ASAL TEMBAK!

Harus pake proses jack…! Kita sekarang kan lagi menggiatkan kurikulum KBK yang lebih mementingkan proses daripada hasil. Jadi, pdkt-pun harus ada prosesnya, jangan asal tembak. Jangan hanya gara-gara wajahnya yang cakep, ato bodynya yang seksi, ato rambutnya yang tebel, kriwel-kriwel (kayak pudel – ups, ada yang merasa?) langsung kamu nembak dia, “aku cinta kamu, kamu mau jadi pacarku nggak?”. Wah, salah besar guys! Kamu boleh aja tertarik ma fisik, tapi jangan jadikan itu satu-satunya alasan kamu naksir dia. Soalnya fisik itu paling gampang berubah dan dirubah. Justru yang nggak akan berubah itu pembawaan, kepribadian ato sifat (dan nanti kalo pacaran, sifat dari masing-masing individu yang paling memegang peranan langgeng ato nggaknya pacaran, bukan fisiknya). Mengenal kepribadian dan sifat cewek yang ditaksir dengan baik ini yang mesti jadi proses pertama dan utama dalam pdkt. Caranya buat tau kepribadian dan sifat dia itu gampang, kamu mesti sering ngobrol (lewat sms, telepon ato ke rumahnya), sering jalan bareng, ke greja bareng, blajar bareng, bikin pe-er bareng, nyontek bareng (eh jangan sampe ding!) maka kamu akan bisa ngerti sifat dan kepribadian dia. Tinggal dicek dan ricek deh, cocok nggak sifat dan kepribadian dia itu ma kamu. Jangan keburu-buru nembak, Jack!

Jurus #2: Dilarang keras MENGUMBAR JANJI!

Udah cocok ma sifat-sifatnya? Jurus kedua dalam pdkt-nya adalah dilarang mengumbar janji! Mentang-mentang ngerasa udah cocok, biasanya para cowok langsung menebar gombal di hadapan para cewek. Dari rayuan pulau kelapa sampe gombal-gombal dalam bentuk sms terkirim dengan deras. Ini adalah contoh kategori sms gombal yang sebaiknya tidak digunakan: “say, aku akan cinta padamu sampe maut memisahkan kita”, ato “percayalah non, gak ada ce laen yg bs memisahkan cintaku padamu”, ato “honey, aku ternyata gak bs hidup tanpamu, pls, jgn tinggalkan aku yah”. Ya, ampun… basi banget gitu loh! Masalahnya, seandainya ternyata kamu akhirnya pacaran ma cewek laen (gak sama cewek yang kamu kirimi sms-sms gombal itu), apa nggak maluuu kamu? Apalagi kalo sms-nya masih disimpen di hape cewek yang kamu gombali itu, terus di-forward-kan ke pacar kamu yang sekarang… Wiiihhh… mo ditaroh mana muka dan pantatmu…?

Jurus #3: Dilarang keras menganut Jaim-isme aliran hitam!

Jaim bisa bikin kamu kliatan tambah keren (dan cewek yang kamu taksir jadi merhatikan kamu) ato malah meng-anjlok-kan pasaran kamu sendiri (gara-gara menganut jaim-isme aliran hitam). Maksutnya, kalo kamu pengen dapet perhatian (yang positif) dari cewek yang lagi kamu pdkt-i, kamu harus mulai belajar jadi cowok yang gentle (jaim-isme aliran putih). Sekali-kali jangan menjalankan jurus jaim-isme aliran hitam (seperti berpakaian dengan norak, pake motor yang knalpotnya menyemburkan gas beracun putih dengan bunyi yang meraung-raung, melecehkan dia di depan temen-temen, ato merokok bak kereta api di depannya). Pake aja jurus jaim-isme aliran putih, misalnya kalo kamu jago komputer (dan biasanya jarang para cewek jago komputer), kamu isa nawarin dia buat ngerjakan tugas ato blajar bareng-bareng (nanti aku isa ngasih kalian tugas yang banyak deh, demi melancarkan pdkt-mu), ato kalo pas dia nunggui ekstra, kamu isa nawarin dia makan bareng, ato ngajak dia ma temen-temen laen untuk nge-net di perpustakaan buat nyari tambahan materi pelajaran yang susah (lalu kalian bisa berdiskusi biar lebih ngerti materi itu), ato barengan ke kapel ato ke greja. Kalo kamu menjalankan strategi jaim-isme aliran putih ini, jelas banget, para cowok yang menjalankan strategi jaim-isme aliran hitam ke dia, pasti gak akan dapet respon sebaik kamu. Dijamin!

Kalo kamu udah njalankan tiga jurus ini, go ahead deh pdkt-nya. Gak lama lagi, dia pasti nunjukkan respon-respon yang positif. Selamat berjuang, pejuang!

[Cewek only... Strictly restricted for cowok!]

Pernah di-pdkt-i cowok nggak? Di-pdkt-i cowok itu bisa nyebelin, terutama kalo cowoknya suka nggombal dan menganut jaim-isme aliran hitam (jaim dengan cara-cara yang norak dan sok-sokan). Tapi kalo cowoknya itu keren kayaknya di-pdkt-i bakalan asyik! Bener nggak?

Tunggu dulu! Jangan mentang-mentang cowok yang lagi pdkt ke kamu itu jago basket ato punya suara kayak Mike-nya Indonesian Idol, kamu langsung ho-oh ketika dia nembak kamu… Emangnya nanti kalo pas pacaran kamu akan nyuruh dia jumpshoot dan mendribble bola terus (gara-gara kamu tertarik dengan kepinterannya maen basket), ato nyuruh dia nyanyi terus (gara-gara kamu suka ma suaranya)? Nggak kan? Terus gimana? Pake jurus yang pas biar gak termakan dan terbuai ma jurus jaim para cowok!

Jurus #1: Dilarang keras ASAL NERIMA!

Gara-gara sudah 16 tahun kamu menjomblo (alias masih blom pernah ada yang nembak), begitu ada cowok yang nembak, langsung aja kamu terima! Gak perduli cowoknya itu nakal, kampungan, berandalan, gak sopan, asal cowok aja kamu langsung terima dia jadi pacarmu. [Gubrakkk...!] Kamu mesti cek dan ricek sifat-sifat dia dulu. Gimana tindakan dia kalo lagi marah, dia isa ngatur dirinya sendiri gak, perhatikan kata-katanya kalo lagi sms ato nelepon kayak apa (kalo dia udah ngelancarkan rayuan pulau kelapa yang mengarah ke “mesum-mesum”, kamu mesti ekstra hati-hati, jangan-jangan dia cuman tertarik ma fisik kamu doang! Kalo tertarik ma fisik kamu doang, pasti nanti pas pacaran kamu cuman jadi “objek kepuasan” dia, wiiih, ngeri kan?). Kadang aku heran juga, kalo ada cewek yang nerima setiap cowok yang nembak dia (alasannya simple, nunjukkan kalo dia “laku” keras!). Lalu dengan bangga bilang, “Pak, aku udah pacaran 9 kali loh!”. Dalam hati aku mikir, “Sepeda motor yang second hand aja langsung jatoh pasarannya, ini udah tangan ke-9, bangga lagi! Kalo sampe 9 kali pacaran kan udah termasuk kategori ‘bekas’ buanget…?”. Jangan asal nerima cowok, mesti cek dan ricek kepribadian dia, sepadan nggak sama kamu, isa nyambung nggak… ini biar nggak sampe putus di tengah jalan (dan kamu jadi second hand, third hand, fourth hand dan seterusnya. Kualitas pacaran itu nggak tergantung seberapa seringnya kamu pacaran kok, tapi tergantung dari cara kalian berdua menghadapi dan memecahkan masalah bareng-bareng).

Jurus #2: Bilang apa adanya!

Kalo kamu nggak suka dengan cara dia pdkt ke kamu, bilang aja. Apalagi kalo dia menganut jaim-isme aliran hitam pekat yang sampe mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara kamu. Nggak perduli waktu, ngajakin kamu sms-an teruuuuss (kalo nggak dibales marah-marah, tapi kalo kamu balesi dianya nggak berenti-berenti sms-nya), ato tiap malem, dini hari misscall-misscall kamu (kasian, dia termasuk kaum fakir misscall yang nggak dipelihara oleh negara), ato terus ngikutin kamu kemana-mana sampe kamu gak punya privasi (kliatan banget kalo dia termasuk kategori cowok ‘gak gaul’ yang gak punya temen, kurang kerjaan sampe ‘ngintil’ terus ma kamu). Kalo kamu udah ngerasa keganggu dengan sikap-sikap dia kayak gitu itu, bilang terus terang. Nggak perlu dikasari. Bilang baek-baek, “aku mo blajar dulu ya, jangan sms lagi”, ato “kamu jangan ngikut aku terus, kamu kan isa ngerjakan yang laen daripada ngikuti aku…”. Kalo dia masih pasang jurus “gak punya malu” alias gak perduli dengan alasan-alasan kamu, ya kamu mesti ngomong dengan tegas ke dia kalo kamu nggak suka dengan cara dia. Jadi tegas itu nggak gampang. Jangan-jangan setelah kamu tegas ma dia, dia nggak pdkt lagi (jadi nggak laku lagi dong?) ato lebih gawat dia jadi marah ke kamu lalu menebarkan gosip kalo kamu sok jual mahal. Don’t worry girls, kalo dia sampe marah (gara-gara kamu tegas ke dia) dan menebar gosip yang nggak-nggak, jelas banget dia itu gak cocok buat kamu (dia sedang meng-anjlok-kan pasaran dia sendiri), dia nggak termasuk dalam kasta elit “cowok gentle”. Sapa coba yang mau pacaran ma cowok penyebar gosip yang tergabung dalam kasta “cowok kampungan” kayak gitu…? Kesian kan dia…?

Jurus #3: Ambil Sikap!

Jadi, kalo kamu udah cocok ma dia, saatnya mengambil sikap. Tunjukkan kalo kamu juga ngerasa cocok ma dia. Kalo bisa sih, para cewek jangan nembak duluan (walopun kamu tau, dia pasti nerima). Para cowok kadang merinding juga kalo ada cewek nekat yang nembak duluan (bisa-bisa cowoknya jadi “eneg”). Kalo dia blom nembak-nembak juga, ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, dia emang masih perlu waktu buat kenal kamu dan bisa jadi dia lagi pdkt ke cewek laen juga, jadi masih nimbang-nimbang gitu (cowok emang dikarunai hak untuk pdkt ke banyak cewek). Kemungkinan kedua, dia emang tipe cowok pemalu yang nggak isa mengungkapkan perasaannya. Kalo dia masih perlu waktu, ya tunggu aja dengan sabar. Tapi kalo dia termasuk cowok pemalu (yang susah mengungkapkan perasaannya di depan cewek), ya kamu harus bisa buat supaya dia mengungkapkan perasaannya, nembak lewat surat ato sms juga udah baik untuk tipe cowok pemalu (jangan paksa dia ngomong “I love you” apalagi maksa dia ngomong di depan temen-temen kamu, waaah, dia pasti shock!). Jadi ambil sikap yang bener deh, gak usah sok-sokan gak suka ma dia kalo emang ngerasa cocok ma dia. Ok?

Nah, silahkan dipraktekkan kalo lagi di-pdkt-i.

[Buat anak Tuhan yang keren, tapi ngerasa nggak keren: kapan siaran…? Ditunggu loh!]

03
Nov

Kamu Jodohku Bukan…?

Ada 4 kategori dalam Blog ini (setidaknya sampe blog ini ditulis), yaitu All about the-girl-who-still-remain, yang isinya tentang the-girl-who-still-remain (yang entah sampai kapan akan menjadi the-girl-who-not-remain-anymore), kategori personal life (yang isinya tentang kejadian-kejadian yang udah aku lewati), kategori personal opinion (yang isinya tentang pendapat pribadiku terhadap suatu topik) dan religion (yang isinya tentang keyakinanku ma Tuhan).

Nah, kalo kamu baca judul dari Blog ini, "Kamu jodohku bukan…?", menurut kamu masuk kategori yang mana gerangan blog ini? Apa…? Kategori All about the-girl-who-still-remain? Wah, salah besar! The-girl-who-still-remain masih tetep gak jelas kelanjutan ceritanya, jadi jangan dihubung-hubungkan dengan jodoh dulu. Ok?
Ato kategori personal life? Hah…? Kamu menduga aku sudah mendapat jodoh? Siapa gerangan cewek beruntung itu? Bukan juga. Ini bukan personal life.
Jadi kategori personal opinion…? Sebenarnya iya, tapi aku lebih suka memasukkan ke dalam kategori religion. Karena aku nuliskan topik ini make dasar-dasar religius. Ya… Paling nggak kamu tau apa yang akan jadikan dasar dari tulisan ini.

Gini, kalo ada pertanyaan tentang pasangan hidup yang seru, yang nggak ada abisnya, yang bikin penasaran, mungkin pertanyaan itu adalah pertanyaan “siapa jodohku?”. Sebagian orang bahkan nggak sungkan-sungkan buat nanya ke Tuhan siapa jodohnya… Bukannya dilarang sih, boleh-boleh aja nanya ke Tuhan sapa jodohnya. Namanya juga orang penasaran (yang nggak boleh dan dilarang keras adalah nanya ke peramal - kamu boleh message aku kalo pengen tau alasannya!). Terus terang aja, aku juga penasaran siapa jodohku. Tapi seandainya (seandainya loh!) Tuhan ngasih aku penawaran: “AnakKu Windra, maukah kamu tahu siapa istrimu kelak…?” Maka jawabanku adalah… Eh, entar, sebelum aku  menjawab menurut versiku, kira-kira kalo kamu yang ditanya Tuhan kayak gitu, apa jawabmu? Mau nggak kamu tau siapa pasangan hidupmu nantinya…? Kamu tau kan, Tuhan pasti udah tau siapa pasangan hidup kita en Tuhan gak mungkin boong kan? Jadi mau nggak dikasi tau Tuhan siapa pasangan hidup kita? Kalo aku itung secara kasar, mungkin 8 dari 10 orang, mau tau siapa pasangan hidupnya kelak.

Ok deh, kalo aku dikasi pertanyaan ma Tuhan kayak gitu, aku akan menjawab dengan sopan kepada Tuhan gini: “Tuhan, kalo dengan mengetahui siapa pasangan hidupku itu bertujuan untuk menggenapi rencanaMu terhadap aku, ya aku mau tahu. Tapi, kalo tujuannya cuman sekedar memenuhi rasa penasaranku, aku lebih baik nggak tau.

Yap, aku lebih baik nggak tau siapa pasangan hidupku kelak. Bukannya sok-sokan loh. Aku lebih baik penasaran (dan menduga-duga, mencari-cari) siapakah pasangan hidupku kelak. Kenapa aku nggak pengen tau? Aku kuatir, kalo aku tau duluan siapa pasangan hidupku, aku akan banyak melewatkan episode-episode seru yang seharusnya aku lalui dalam mengejar pasangan hidupku. Ngerti maksutnya? Bingung?

Gini, misalkan, karena aku penasaran buanget ma pasangan hidupku, lalu aku nangis-nangis, merengek-rengek ke Tuhan minta dikasi tau siapa pasangan hidupku. Akhirnya Tuhan mengabulkan permintaanku itu. Terus Tuhan nunjukkan, “Ini loh, Si Tuti, yang sekarang lagi kuliah di fakultas kedokteran itu yang bakal jadi pasangan hidupmu” (Sekedar informasi, Tuti adalah nama rekaan semata. Jadi  bagi yang bernama Tuti apalagi yang benar-benar kuliah di fakultas kedokteran, jangan dianggap terlalu serius) Lalu Tuhan menampilkan di layar profile si Tuti ini, dan aku mengamat-ngamatinya. Oh, tinggi tubuhnya 160cm, beratnya 50Kg, kepribadiannya sanguin - kolerik (untuk melengkapi plegmatis-melankolisku), banyak omong, bercanda terus, nggak isa serius, nggak isa diem, aktif, lompat sana, lompat sini, dst… dst… dst. Lalu setelah puas mengamat-amati, aku bilang ke Tuhan, “Ok, Tuhan… Kalo aku ketemu dia, aku pasti isa ngenali kalo dia ini pasangan yang udah Engkau tetapkan buat aku.” (tak lupa mengucapkan terimakasi ke Tuhan) Mungkin saat itu, Tuhan cuman senyum-senyum aja ngeliat tingkahku.

Nah, karena aku udah tau siapa yang nanti jadi pasangan hidupku, aku jadi lega. Tapi ada efek samping yang dashyat yang nggak pernah kepikir sebelumnya. Tau nggak apa efek sampingnya itu? Karena aku udah tau duluan siapa pasangan hidupku, aku jadi cuek ma cewek-cewek laen. Aku jadi nggak mau peduli ma cewek selaen Tuti karena jelas-jelas mereka bukan jodoh yang ditetapkan Tuhan buat aku. Jadi knapa aku harus repot-repot berhubungan dengan para cewek itu. Padahal, mungkin aja, Tuhan udah naruh cewek A untuk mengikis sifat-sifat jelekku. Mungkin aja, Tuhan udah nyiapkan cewek B yang harus aku kenal dengan baik agar nanti kalo aku pacaran ma Tuti jadi isa lebih ngerti Tuti. Mungkin aja, Tuhan udah nyiapkan aku seorang cewek C yang harus sering aku temui agar dia semakin kenal ma Tuhan karena kelak dia akan jadi seorang penginjil yang memenangkan banyak jiwa. Tapi karena aku tau bahwa cewek-cewek itu bukan pasangan hidupku, aku jadi cuek ma mereka. Nggak peduli dan nggak mau kenal lebih deket dengan mereka. Apa urusanku dengan mereka-mereka itu…? Dan ini jadi berakibat panjang buanget. Karena aku nggak mau kenal ma cewek A yang ditugaskan Tuhan untuk mengikis sifat-sifat jelekku, jadinya pas pacaran (ato merried) ma Tuti malah jadi sering tengkar karena sifat-sifat jelekku yang masih ada (yang semestinya nggak akan terjadi kalo sifat itu udah dikikis ma cewek A). Akibat yang lebih parah adalah karena aku nggak mau ngenal cewek C yang semestinya harus aku bimbing agar kenal ma Tuhan. Gara-gara aku cuek ma cewek C ini (karena dia bukan pasangan hidup yang ditetapkan ma Tuhan), si cewek C nggak jadi penginjil dan nggak isa menangkan banyak jiwa… Ceritanya isa dikembangkan dengan berbagai versi, misalnya kalo si cewek C ini jadi penginjil, dia akan menobatkan seorang pembunuh. Seandainya pembunuh ini gak bertobat karena diinjili oleh si cewek C, dia akan membunuh si Tuti, istriku… Wah, kok jadi ngeri gini…

Sekarang ngerti kan kalo aku bilang, “aku akan melewatkan banyak episode-episode seru dalam hidupku kalo aku tau duluan siapa pasangan hidupku”? Nyambung kan? So, kamu masih mau tau lebih dulu siapa jodohmu? Hah…? Masih kepingin tau juga? Ya ampuunn…

Nah, topik blog ini adalah konsep jodoh. Konsep tentang jodoh itu macem-macem.

  • Yang pertama, jodohmu itu sudah ditetapkan ma Tuhan. Dengan usaha ato tanpa usaha, kamu pasti akan ketemu dan merried ma jodoh yang udah ditetapkan ma Tuhan ini. Pokoknya skenario hidup apapun yang kamu jalani, pacaran dengan siapapun kamu, nantinya pasti bakalan merried ma si jodoh yang udah ditetapkan ini (kalo kamu nggak pernah merried selama hidupmu, berarti Tuhan nggak menetapkan satu jodohpun buat kamu).
  • Yang kedua, jodohmu itu udah ditetapkan ada beberapa orang. Kamu bisa pacaran dengan siapapun. Tapi kelak pas kamu merried, kamu pasti akan menikah dengan salah satu dari mereka. Tapi boleh juga kamu gak memilih siapapun.
  • Yang ketiga, jodoh ada di tanganmu. Kamu bebas memilih siapapun yang ada di dunia ini. Bahkan kamu bebas juga untuk tidak memilih siapapun (ato nggak merried).

Lalu, konsep jodoh mana yang kamu percayai? Yang pertama, kedua ato ketiga?

Skenario pertama, bahwa Tuhan udah netapkan jodoh kita begitu kita lahir, ternyata banyak yang setuju. Banyak orang percaya bahwa jodoh ini udah ditetapkan dulu ma Tuhan dan kita tinggal menjalani.  Sampe-sampe ada pepatah: “Kalau jodoh nggak akan kemana-mana.” Kalo pacaran terus putus, kitanya bilang, “Ya… namanya juga nggak jodoh, dipaksa juga bakal putus.” Jadi bener nggak sih, Tuhan udah menetapkan seorang jodoh buat kita begitu kita lahir?
Gambarannya gampang. Tuhan itu nggak pernah memaksa kita.  Begitu kita lahir, Tuhan udah ngasih kita kehendak bebas (free will). Kehendak bebas ini berlaku terus selama kita masih hidup, termasuk bahwa kita bebas memilih pasangan hidup buat kita. Jadi nggak bener kalo dibilang Tuhan udah menetapkan seorang jodoh buat kita. Yang Tuhan lakukan adalah menciptakan pasangan yang sepadan dengan kita. Tau maksudnya sepadan? Misalnya gini, Tuhan nyiptakan si Tono (yang punya sifat ceroboh, nggak telatenan, gampang marah, dan nggak isa diem). Terus, pasangan yang cocok buat si Tono ini adalah yang sifatnya lemah lembut, nggak banyak omong, halus tutur katanya, telaten mengurus suami dan anak.  Sifat-sifat itu ada pada si Tini, Tina, Tuti dan Tati. Tapi si Tono nggak mau ma cewek-cewek itu, dia malah merriednya ma si Tata yang punya sifat-sifat sama ma dirinya (ceroboh, nggak telatenan, gampang marah dan nggak isa diem). Tata lebih menyenangkan ketimbang si Tini, Tina, Tuti dan Tati menurut si Tono. Lalu orang-orang bilang, “Oh, akhirnya Tono merried ma Tata… Ya emang Tono itu jodohnya Tata…”

Lalu akibat dari pernikahannya, gampang ditebak. Tiap hari tengkar melulu (karena semua punya sifat gampang marah), pada nggak mau ngalah,  barang-barang di rumahnya berantakan (karena kedua-duanya ceroboh),  pernikahannya jadi kacau balau (padahal pas nikah mereka juga diberkati ma pendeta ato romo di gereja).

Jadi apa si Tata itu jodoh yang udah ditetapkan Tuhan buat si Tono? Kalo jodoh dari Tuhan kok malah berantakan gitu? Kan nggak mungkin Tuhan ngasih jodoh yang malah bikin kacau rumah tangga. Janji Tuhan kan ngasih masa depan yang penuh harapan, memberkati dengan berkelimpahan dan bukannya ngasih rumah tangga yang kacau kayak gitu.

Percaya kan kalo jodoh itu sebenernya nggak ditetapkan dari awal. Tuhan menciptakan orang-orang yang bisa melengkapi kita, orang-orang yang sepadan dengan kita. Tapi seandainya dari kitanya yang egois, memaksakan untuk menikah dengan yang nggak sepadan dengan kita, ya udah… Ada harga yang harus dibayar dari keputusan kita itu.

Emang kamu punya kehendak bebas untuk menentukan pasangan hidup kamu. Tapi Tuhan udah ngasih rambu-rambu agar kamu nggak sampe salah dalam memilih pasangan hidup (kalo sampe salah harga yang harus dibayar mahal loh!)
II Korintus  6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

Rambu-rambu dari II Korintus 6:14 ini emang bersifat umum, agar kita nggak milih pasangan hidup yang nggak seiman. Ini sama sekali nggak berhubungan dengan fanatisme terhadap suatu agama, bukan sama sekali! Kalo firman Tuhan bilang agar kita nggak boleh nikah ma orang yang nggak seiman, it’s not good for HIM, but it’s good for us. Demi kebaikan kita sendiri. Kebayang nggak sih, nanti setelah merried kita harus beribadah sendirian (karena suami ato istri gak mau beribadah ke gereja bersama?), yang satu ngambil keputusan dengan dasar firman, yang satu ngambil keputusan pake feeling, jadi nggak nyambung. Kasus yang lebih berat lagi, nanti kalo udah punya anak, anaknya harus dididik dengan doktrin yang mana kalo antara suami dan istri gak punya kesepakatan dalam mendidik? Jadi kalo Tuhan bilang harus punya pasangan yang seiman, itu sbenernya untuk kebaikan kita kok.

Rambu-rambu umum itu udah jelas. Kamu harus punya pasangan hidup yang seiman ma kamu. Nah, rambu-rambu khususnya (seperti kecocokan ma sifat-sifat yang kamu punya), itu juga harus kamu tanyakan ke Tuhan lewat doa. Nanti Roh Kudus akan membimbing kamu. Menjawab doa-doa kamu apakah pacar kamu udah sesuai dengan kamu, ngingatkan kamu kalo seandainya pacar kamu yang sekarang ini nggak sesuai dengan kamu.

[buat yang nyari jodoh, stay tune in God biar gak salah milih]