Rekor dalam sejarah penulisan blogku… Empat posting berturut2, dalam kategori yang sama dan dalam waktu kurang dari seminggu… Yap, blog ini masuk dalam kategori "All About the-girl-who-still-remain" (dulunya kategori itu namanya "All about I**a" tapi kayaknya aku harus jaga privasi dia dengan nggak menuliskan namanya secara langsung. Ada seorang cewek yang bilang ke aku kalo dia bakal ngerasa risih seandainya dia adalah the-girl-who-still-remain. Waktu itu aku argue bahwa apa yang aku tulis sama sekali nggak menjelek2an the-girl-who-still-remain dan… stelah aku pikir2 lagi, dengan pertimbangan bahwa blog ini di-hit ratusan kali [dan masih akan di-hit terus], I think I should really keep her privacy. Don’t you think so girls?)
Btw, aku udah sembuh dari sakit kmaren. Sakit itu cuman bisa bertahan 1 hari dalam tubuhku… Hehe2…
Ok, kalo ini sinetron, episode ini adalah episode yang nggak enak buat tokoh Windra. Ada perkembangan? Yap, stelah berbulan2 nggak pernah ada kemajuan apapun, skarang ada. Miracle on that Christmas adalah perkembangan. Fakta bahwa the-girl-who-still-remain udah punya pacar juga termasuk perkembangan cerita ini (yang message aku dengan "smoga ada perkembangan ma the-girl-who-still-remain"… Your wish is granted, yaaa… walopun gak seperti yang diharapkan). Tapi, guah akan menuliskan ceritanya dalam jayus mode… Biar kalian nggak terlalu larut dalam kesedian yang guah rasakan.
Sore2 tadi, ketika adzan magrib masih terdengar sayup2, tiba2 papi masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu. Aku lagi ndengerkan MP3-nya Petrus Agung dengan earphone di telinga (bagi yang nggak tau siapa Petrus Agung, just information, dia bukan penyanyi). Papi bilang sesuatu… Tapi gimana aku bisa denger kalo ada earphone di telingaku? Aku nggak denger jelas… Tapi membaca gerak bibir tidaklah terlalu sulit… Intinya papi mo jalan2 ke matos dan mami juga ikut. Dan aku? Ya2… I know, jadi sopir… (for years since I was a kid, papi jadi sopirku, en… yah, I think now is my turn… Whereever you want to, dad!).
Sesampai di matos, kejutan sudah menanti.
Kami masuk ke hipermart. Aku ngambil keranjang… And… as you might guess, after become a driver, I become a servant yang siap bawakan barang-barang belanjaan (for decades since you were kid, your parents have served you dengan tulus… Everytime you have a chance to serve your parents -seberapa pun kecilnya itu-, do that dengan tulus! Kamu nggak akan pernah menyesalinya. Malah kamu akan nyesel kalo kamu terlanjur gak punya kesempatan untuk itu, you know what i mean…?).
Surprise-nya jelas bukan karena aku jadi "pembawa-barang-belanjaan". Bukan…
[gaya bahasa gaul = ON; jayus mode = ON ]
Pas guah bawa keranjang kosong ituh, guah liat dia. Iyah, itu diah… the-girl-who-still-remain. Sekilas, sekelebat… Di antara kerumunan orang2. Tapih guah yakin ituh dia. Bonyok (bokap-nyokap) belok ke rak2 sayuran. Lalu milih2 sayur… Sebelum guah merhatiin diah dengan detail, guah pesen samah bonyok agar santai2 aja milih2 sayurannya, nggak usah terburu2, kalo milih sayur yang seger2, yang nggak layu, yang warnanya ijo, yang banyak mengandung vitamin… Dan tak lupah guah ingetkan agar di-test duluh sayurnya apakah mengandung formalin ato nggak… Laluh guah jelaskan bahwa formalin adalah zat pengawet yang dalam dosis rendah bisah bikin sakit perut, dan dalam dosis tinggi bisa bikin awet sakit perut. Tak lupah guah jelaskan bahwa ituh juga salah satu esensi zat pengawet yaitu mengawetkan apapun, termasuk mengawetkan penyakit. Bonyok cuman mengangguk2 mendengarkan penjelasan anaknya sambil menahan tangannya untuk nggak menjitak guah yang sok pinter inih…
"Jadih papih… mamih…" kata guah dalam gaya menggurui seperti kalo lagi mengajar "kaloh milih sayur ituh, mesti merhatikan situasi dan kondisi… yang pertamah adalah harga… Harga ituh penting… Kaloh mamih bisa beli sayur bayam di pasar dengan harga 1000 dapet dua iket, maka seyogyanya, mamih bisa menawar harga sayur di matos inih dengan harga 1000 dapet tiga iket… mamih ngerti? Ada yang mau ditanyakan? Nggak? Ok, lalu yang keduah, sayur ituh penting buat kesehatan. Sayur yang dimasak terlalu lama, dapat menyebabkan vitamin yang adah di dalamnya larut di dalam air… "
Satu menit kemudian, terlihat adegan guah dijitak ma bonyok guah…
Lalu guah menutupi wajah dengan berpura2 membaca brosur iklan, mengenakan kacamata hitam, mengenakan topi ala SHerlock holmes untuk menutupi benjolan akibat jitakan bonyok tadi, lalu berjalan mengendap2 di antara rak2 roti… mengamati dua sosok ituh.
Dalam jarak 20 meter, guah bisa ngeliat diah dengan jelas. Diah jalan samah cowok. Cowok ituh pake kaos item sementara guah pake kaos abu-abu (gak penting banget yak?). Diah sendiri pake baju model… sori guah nggak bisa mendeskripsikan… guah bener2 buta tentang mode baju cewek… Diah masih kayak waktuh pertama guah temui di Bunga Bali cafe… Modis dan elegan. Rambutnya nggak sepanjang terakhir guah ketemu bulan Mei duluh, tapih modelnya masih tetap. Dibelah pinggir… Dan diah emang lebih pantes dibelah pinggir seperti ituh…
Cowoknyah itu bawa keranjang yang sama persis dengan keranjang yang guah bawa. Apa diah nggak punyah keranjang laen…? Mereka menuju ke kasir. Tampaknya mereka ituh sudah selesai belanjah (sedangkan guah baru belanja). Mbak di kasir tersenyum dengan ramah dan guah melihat dengan mata kepala sendiri mereka bergandengan tangan (the-girl-who-still-remain dengan cowok ituh, bukan dengan Mbak di kasir).
Guah speechles lagi. Trembling. Jantung guah berdetak dengan lebih kenceng tanpa bisa guah kontrol. Sebenernya sejak pertama kali ngeliat diah di antara kerumunan orang, jantung guah udah berdetak dengan lebih cepet… Ketiga kalinya dalam hidup guah, guah ketemu dengan dia. Dua kali di Bunga Bali Cafe dan sekali di sini. Bedanya, waktu di bunga bali cafe, diah ngobrol dengan guah, tapi yang guah liat sekarang, dia nggandeng cowok laen. Ituh perbedaan yang signifikan buat guah.
Waktu guah ngeliat diah bergandengan ma cowok ituh, jantung guah berdetak dengan lebih cepet. Ditambah lagih guah trembling dan speechles. Guah bener2 nggak kepingin diah ngeliat guah dalam keadaan kayak ginih… Kamuh bisa bayangkan tampang guah waktu ituh nggak? Bayangkan Sinchan, lg liat seorang cewek dengan pakaian minim… Dengan pandangan mata mesum memandang cewek itu dan air liur yang menetes2, lengkap dengan benjolan di kepala akibat dikemplak mamanya. Seperti itulah guah waktu itu, dengan mengurangi bagian "pandangan mata mesum dan air liur yang menetes2". Kebayang?
Guah kembali ke tempat di mana bonyok masih sibuk memilih sayur. Lalu papih mandang guah, sambil bawa wortel dengan pandangan "Di-rumah-masih-ada-wortel?" Guah balik ngeliat papih dengan pandangan "Mana-guah-tau-di-rumah-ada-wortel-apah-enggak" Guah noleh ke mami, berusaha mencari jawaban… Dan mamih mandang guah dengan pandangan "Ada-tapi-tinggal-sedikit". Lalu papih mandang kami berdua dengan pandangan "Oke-kita-beli-wortel" sambil memasukkan sebungkus wortel ke dalam keranjang yang guah bawa.
Guah bener2 tergoda buat ngeliat sekali lagih (ngeliat the-girl-who-still-remain, bukan ngeliat wortel). Guah maju beberapa langkah, dalam jarak aman dan ngeliat diah yang masih di kasir dengan pandangan "jadi-benar-kamuh-udah-punya-pacar?" Dan, guah nggak dapet jawabannya. Guah ganti ngeliat cowoknya dan memandangnya dengan pandangan benci "jadi-bener-kamuh-pacarnya-the-girl-who-still-remain"? Sekali lagih, guah nggak dapet jawabnya. Harapan terkahir, guah ngeliat Mbak kasirnya dengan pandangan "Mbak-mereka-ituh-pacaran-yah?", sia-sia… Guah juga nggak dapet jawabnya. Kesimpulan guah, hanya keluarga guah yang punya kemampuan mengadakan tanya jawab hanya lewat pandangan… Orang laen nggak ngerti.
Sebuah lagu lamanya the corrs muncul di kepala guah (dan orang2 terkejut melihat teks2 lagu itu muncul begitu saja di atas kepala guah)…
…
what can i do to make you love me…
what can i do to make you care…
what can i say to make you feel this…
what can i do to get you there…
…
(Kaloh kamuh nggak pernah tau lagunya, jangan coba2 menerka nadanya…!)
Lalu sampe di rumah, waktuh guah nulis blog inih, guah nyetel MP3-nya The Corrs ini, dan nyatet liriknya (kalo ada salah2 tolong di-ralat, maklum masih telinga Indonesia). Ternyata liriknya pas banget yak dengan keadaan guah?
I haven’t slept at all in days
(sebenernya sih guah abis tidur pas papih ngajak guah ke matos…)
It’s been so long since we’ve talked
(nah, kalo ini bener… pembicaraan terkakhir kita ituh bulan Juni lalu, [antara guah dengan the-girl-who-still-remain, bukan antara guah dengan the-corrs])
I’ve been here many times
(apane seng many times…? guah cuman ktemu muka tiga kali)
I Just don’t know what i’m doing wrong
(persis! kayak yang guah tulis di blog "Ada yang salah… Tapi apa?")
[ref:]
what can i do to make you love me…
(aku mesti gimana yak?)
what can i do to make you care…
(bikin dia care… how? dengan nulis ucapan terimakasih di semua buku guah, is it gonna work? girls, is it work for you?)
what can i say to make you feel this…
(bikin dia ngerasakan apa yang guah rasakan… how? bisa, kalo diah baca smuah blog "yang-kayaknya-nggak-mungkin-banget-dibaca-dia-karena-dia-nggak-suka baca"…)
what can i do to get you there…
(get there itu mana yak?)
There’s only so much I can take
And I just got to let it go
(apa iyah mesti guah lepasin smuanya?)
And who knows I might feel better
(yakin tah kalo guah lepasin bakalan lebih baik?)
If i don’t try i don’t hope
(guah udah coba, masalahnya dia masih still-remain)
[ref]
No more waiting, no more aching
(guah masih waiting… dan betul… ada aching yang guah rasakan)
No more fighting, no more trying
(guah mo fighting buat diah dan guah mau trying…)
Maybe there’s nothing more to say
(nggak! guah masih kpingin ktemu ma diah)
And in a funny way I’m calm
Because the power is not mine.
I’m just gonna let it fly…
(tapi guah akan berjuang…)
- end -
[Buat the-girl-who-still-remain, dan blog inih masih buat kamuh...]
NB. Guah mesti blajar dari suhu.
Guah salut dengan proses yang kamuh jalani, dari tgwsru sampe jadih tgwinmg…! (i was wondering kaloh ituh spirit dari "tetap bersemangat…")
Recent Comments