Warning: Blog kali ini dikategorikan "Parental Guidance Suggested". Not provided to children under 15 without parental guidance…!
[blog ini inspired dari obrolan tentang pubertas ma the-girl-who-has-initial-name-P]
Kalo aku nanya ke sebuah kelas yang isinya young teenages (ato anak2 early college) dengan sebuah pertanyaan "apa yang ada di benak kalian ketika pertama kali mendengar kata ’seks’?" (ok, kamu yang baca boleh juga menjawabnya!).
Aku dapet banyak tanggapan, seperti:
"bikin anak" [seks dilakukan untuk bikin anak! ok, bisa diterima]
"hubungan antara cewek dan cowok" [Ooo... jadi menurut dia, hubungan dengan cewek walo skedar ngobrol2 doang juga disebut hubungan seksual? wah, aku jadi banyak melakukan hubungan seksual dunk... gubraaak!]
"hamil" [hmm... seks dan hamil. cukup identik]
"penyakit" [ok, seks dan penyakit... Mr. Lukman Hakim dapat menjelaskan dengan lebih detail pada mata kuliah Penyakit Menular Seksual]
"alat kelamin!"
"pornografi!"
"17 tahun ke atas!"
"pelecehan!"
"erotis!"
"cewek…!" [wah, yang menghubungkan cewek dengan seks pasti ngeliat cewek sebagai objek seks!]
"suami-istri!"
"nafsu"
"pubertas"
"…"
(ok deh, kamu boleh punya pendapat sendiri tentang apa yang muncul di benak kamu ketika kamu dengar kata "seks"…)
Semua tanggapan bisa diterima. Tapi ada satu kata yang jarang banget aku denger… Kebanyakan tanggapannya terhadap seks adalah hal2 yang "itu-itu" dan hampir semua menanggapi seks secara negatif… Kata yang sebenernya lebih bisa menjelaskan seks secara positif, tapi jarang banget kata ini muncul bersamaan dengan "seks". Tau nggak kata apa?
Kata "CINTA".
Iya, kata cinta itu jarang banget muncul bersamaan dengan kata seks. Padahal seks itu salah satu aspek terpenting dari cinta. Maksutku, bukan setiap cinta harus related dengan seks. Bukan. Tapi dasar kegiatan seks yang dilakukan oleh makhluk hidup yang namanya manusia ini, adalah cinta. Beda ma makhluk hidup yang namanya hewan. Hewan nggak perlu cinta untuk berhubungan seks! Knapa manusia perlu cinta? Well, it needs verrrryy long explaination. Next time deh.
Ada satu lagi tanggapan yang menarik dari kata "seks" ini… Kata "pubertas". Kamu boleh anti dengan kata "seks", kamu boleh nggak suka ngomong2 tentang "seks", kamu boleh nganggep "seks" itu sesuatu yang tabu… Tapi yang nggak bisa kamu hindari adalah masa pubertas, di mana organ2 seks kamu mulai tumbuh dan kamu berubah dari a girl menjadi a woman dan a boy jadi a man. Ini masa yang akan membedakan kamu ma anak2. Once ur puberty period is started, it can’t be stopped…! Nggak bisa dihindari dan periode itu akan jalan terus tanpa bisa dikontrol…
It all starts from inside ur head. Ada sebuah kelenjar kecil inside our head yang besarnya nggak lebih dari 5% ukuran kepala. Namanya hipotalamus. Walopun kecil, tapi hipotalamus ini bener2 bikin hidup lebih hidup… Kalo kamu ngerasa haus ato lapar, itu gara2 sinyal2 yang dikirim hipotalamus. Suhu tubuh dan tekanan darah kamu juga dikontrol ma hipotalamus ini. Dan tanpa bisa dikontrol, ada suatu masa ketika hipotalamus ini mengirim pesan "penting" yang dibawa oleh darah. Pesan itu berbunyi:
"Sudah saatnya anak ini jadi lebih dewasa… Siapapun yang bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak ini, harap melakukan tugasnya sebaik2nya". Dan untuk meyakinkan bahwa pesan tersebut diterima dengan baik, hipotalamus mengirimkannya pada malam hari setiap 90 menit sekali!
Dalam tubuh cowok, pesan itu ditangkap oleh testis.
Dalam tubuh cewek, pesan itu ditangkap oleh ovarium.
Lalu mulailah periode pubertas yang nggak akan bisa dihentikan. Testis dan ovarium memulai tugasnya dengan "mencampur" darah dengan hormon estrogen dan testosteron… Dulu pas pelajaran biologi SMA, aku nggak suka kalo denger kata "hormon", abisnya nggak pernah isa bayangkan "bentuk"nya hormon itu kayak apa… dijelasin juga nggak bisa "ngeh". Mana namanya aneh2 lagi… Ada insulin, tiroksin, thyroid-stimulating hormone, vasopressin, calcitriol… Pheeew…! Bagi yang senasib ma aku, nggak pernah ngerti hormon itu apa, gampang deh. Bayangkan darah yang ngalir di tubuh kamu itu adalah air di sebuah gelas, terus air di gelas itu kamu campur ma gula dan diaduk2… gulanya nggak akan kliatan, tapi efek dari gula itu isa dirasakan, yaitu airnya jadi manis. nah, hormon juga sama… dia ada, nyampur di dalam aliran darah, nggak kliatan tapi efeknya isa kerasa… Contohnya hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas (tau nggak letak pankreas? dia ada di deketnya lambung). Dia (hormon insulin, bukan pankreas) punya tugas masuk ke dalam aliran darah untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Kalo ada gangguan ma pankreas sampe hormon insulin nggak isa diproduksi, maka dokter akan bilang kamu diabetes mellitus (DM). Tapi out of topic deh, tentang DM ini kamu isa nanya2 ke the-girl-who-has-initial-name-P yang lagi bikin neliti tentang DM ini buat skripsinya.
Where was I? Oh ya, hormon estrogen dan testosteron. Hormon ini langsung teraduk2 dalam darah yang bersirkulasi ke seluruh tubuh, dari ujung kaki sampe ujung kepala! Dan mulailah tubuh kamu berada dalam periode pubertas… Ada yang berubah dalam tubuh kamu… Estrogen dan testosteron mengubah tubuh kamu dengan caranya sendiri2. Sebelumnya, anatomi antara cewek dan cowok itu masih sama… sampe estrogen dan testosteron mengubahnya. Mulai ada perubahan antara cewek dan cowok.
Cewek yang dipenuhi ma estrogen, mulai merasakan reaksinya… Ada perubahan di dadanya… sel2 yang nantinya membuat aliran susu mulai membelah, "dark area" di sekitar puting mulai terbentuk dan… lemak ditambahkan di sana… Kok bisa gitu? Tanyakan pada estrogen… dia yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap bentuk dada para cewek pada masa pubertas! Dan kabar buruknya, kamu nggak isa protes ke estrogen untuk mengubah bentuknya… Jadilah seperti yang whatever estrogen said… Inilah saatnya para cewek mulai mengenakan "sesuatu" yang nggak akan pernah dikenakan para cowok, yaitu bra. (Ok, para cowok, mari kita bersyukur bahwa testosteron nggak berefek "seganas" estrogen yang dengan semena2 mengubah bentuk dada… so, that’s why u, para cowok, have to respect girls!).
Dada adalah perubahan fisik yang kliatan langsung. Tapi efek dari estrogen nggak berenti sampe di situ… Kutukan estrogen masih berlanjut di dalam tubuh, tepatnya di ovarium. Walopun cuman segede buah kenari yang terletak di kiri dan kanan, tapi ovarium ini berisi bahan mentah untuk kehidupan baru… (merujuk pada bahasa latin, "rium" itu berarti tempat, aquarium: tempat air, laboratorium: tempat kerja). Kalo ovarium ya berarti tempat ovum ato tempat telur. Kalo di kulkas namanya egg tray, tapi ovarium nggak kayak egg tray (which is kita bisa naroh beberapa butir telur ayam di dalamnya). Kamu nggak isa naroh telur ayam di ovarium, apalagi telur burung onta. Ketika kamu terlahir dengan jenis kelamin cewek, Tuhan udah naroh telur di ovarium itu, ya kira2… ada skitar 100 ribu-an butir lah di setiap ovarium (aku nggak ikut2 ngitung…) dan jumlah itu nggak berubah. Setiap bulan, salah satu telur akan dilepas… dibawa ke tuba fallopi menuju rahim. Percaya ato nggak, walopun jarak antara ovarium ke rahim cuman 15cm, tapi telur tersebut menempuh perjalanan 3 hari sampe akhirnya sampe ke rahim…! Sementara itu, rahim mempersiapkan diri untuk kemungkinan hamil. Gimana caranya? Rahim akan menebalkan diri agar jadi tempat yang nyaman untuk perjalanan akhir si telur tadi. Ok, bayangkan rahim adalah tempat tidur slumberland dengan tebal 1cm… dan si telur (setelah menempuh perjalanan 3 hari), akan bersantai2 di situ menunggu "pasangannya" (yaitu si sperm). Kalo nggak ada sperm, maka tempat tidur slumberland tadi akan segera rontok dan dikeluarkan lewat cervix ato mulut rahim. Pada fase ini, cewek akan kehilangan semangkok darahnya… (yang di dalamnya ada si telur dan tempat tidur slumberland tadi…). Ok, proses rontoknya telur dan tempat tidur slumberland itu adalah istilahku. Orang2 lebih familiar dengan istilah menstruasi ato haid ato datang bulan ato "lagi dapet" ato "lagi itu"… whatever lah… Intinya cuman satu, telur dan tempat tidur slumberland tadi keluar karena si sperm nggak membuahinya. Sampe kapan? Ya sampe fase yang namanya menopause. Kata the-girl-who-has-initial-name-P, sampe pabrik telur-nya tutup… Tapi kalo di cowok, pabrik sperm-nya nggak perna tutup, produksi terus dengan kecepatan 1000 sperma setiap detik…! [bener2 pabrik yang efisien!]
Nggak cuman para cewek yang mengalami "kutukan estrogen"… Para cowok juga mengalami "kutukan testosteron" pada masa2 pubertas ini. Ada rambut2 mulai tumbuh di tempat2 tertentu which is cewek nggak, yaitu yang disebut jenggot, jambang dan kumis… Tips garink buat para cowok: kalo nggak kepingin rambut2 tersebut nggak tumbuh lagi, caranya gampang… Kamu nggak perlu ramuan yang aneh2. Logikanya, rambut2 tersebut tumbuh karena adanya "kutukan testosteron", karena hormon testosteron yang diproduksi oleh testis. Jadi kalo testis kamu diambil (ini definisi untuk dikebiri), maka hormon testosteron nggak akan ada dalam aliran darah… Akibatnya "kutukan testosteron" akan berhenti… Nggak akan ada lagi perintah dari testosteron untuk menumbuhkan rambut2 itu. Tapi kabar buruknya, itu sama saja menutup pabrik sperma yang artinya kamu nggak akan bisa memproduksi sperma… Akibatnya? Ya, nggak akan ada telur yang bisa dibuahi… Ato dalam bahasa simpel, kamu nggak isa punya anak.
Masih banyak "kutukan estrogen" dan "kutukan testosteron" yang bakal kamu rasakan (bagi yang blom). Kamu pasti mengalami salah satunya, tapi nggak keduanya! That’s normal kok. Kamu nggak usah takut. Semua orang mengalaminya. Aku juga mengalaminya dan skarang fase itu udah selesai dengan sempurna (walopun aku rada2 telat dibandingkan rata2 cowok laen… that’s explain knapa aku masih kliatan imut, oh… nggak nyambung ya?)
Bagi yang sudah ngelewati fase pubertas, selamat! Kamu berhasil menyelesaikan salah satu fase terpenting dalam hidup kamu. Dan kamu sudah bisa disebut pria ato wanita dewasa secara fisik. Organ seks kamu sudah terbentuk dengan sempurna, dan kamu sudah bisa melakukan kegiatan seks (untuk be-reproduksi!). Jadi, kalo kamu ada di suatu kelas, lalu ada guru yang nanya "apa yang ada di benak kalian ketika pertama kali mendengar kata ’seks’?", kamu bisa jawab dengan lantang… "kutukan estrogen!" Kalo gurunya bingung, kamu bisa jelaskan tentang kutukan2 yang terjadi termasuk kisah perjalanan si telur dan tempat tidur slumberland tadi…
[buat yang blom merasakan "kutukan estrogen" ato "kutukan testosteron": BE READY... IT'LL COME TO YOU SOON.. VERY SOON...!]
NB. Tidak ada manusia yang terluka apalagi terbunuh selama proses pembuatan blog ini.
Walopun aku berusaha nyari banyak resource untuk menuliskan blog ini, tapi masih sangat mungkin ada kesalahan konsep dalam penjelasan yang aku berikan (because the lack of my knowledge), so please… kamu bisa memberikan perbaikan di komen ato message aku.
Recent Comments