Archive for November, 2006

26
Nov

Hati-hati

Ada banyak jenis hati di dunia ini. Itu sebabnya judul dari posting ini adalah hati-hati… Kata "hati-hati" di sini bukan kata "hati-hati" yang biasa diucapkan seorang cewek kalo pas cowoknya mau pulang rumah sehabis kencan, "Ati2 ya Yang… Di jalan banyak cewek cakep" ato kata "hati-hati" yang biasa diucapkan ma temen2ku kalo aku pamit pulang dari rumah mereka, "Ati2 ya Win… sekarang di jalan banyak razia orang cakep…". Bukan itu, Sodara…

Kata "hati-hati" pada posting ini mengacu pada hati dalam arti jamak (plural), mengacu pada jenis2 hati. Emang hati itu bermacam2 ya? O iya Sodara… Ada banyak hati di dunia ini… Misalnya, hati yang tulus, hati yang mengasihi, hati yang gembira, hati yang sedih, hati yang sirik, hati yang baik (inget kata baik hati?), hati yang rendah (sampe ada istilah rendah hati), hati yang tinggi (inget ada kata tinggi hati?), hati yang sakit (perna ngalami kan sakit hati?). See? Ada bermacam2 hati…

Tapi seperti kata semboyan yang selalu kita hafalkan bersama pada waktu masih SD (dan sering keluar waktu ulangan IPS), "berbeda2 tapi tetap satu juga", ternyata hati juga sama. Walopun ada banyak jenis hati, tapi hati itu tetap satu juga.  Maksutnya, kamu membenci dan mencintai seseorang dengan hati yang sama. Kamu bergembira dan bersedih juga dengan hati yang sama. Nggak kayak tangan yang ada dua… Tangan kiri dan tangan kanan. Hati mah cuman satu doang… kalo hati ada dua, kiri dan kanan, maka orang bisa bilang: "Ooo… hatinya kidal…". Nggak ada Sodara. Nggak ada kamu benci ke seseorang dengan hati sebelah kiri dan mencintai pacar kamu dengan hati sebelah kanan. Nggak ada kamu sedih dengan hati sebelah kiri dan gembira dengan hati sebelah kanan… (jadi inget otak yang terbagi jadi 2 bagian, otak kiri dan kanan… Yang mana otak kanan banyak difungsikan untuk seni dan otak kiri untuk logika).

Hati kita bener2 cuman satu… Benci, cinta, gembira, sedih, marah, kagum, cemburu, kecewa, kuatir semuanya terkumpul dalam satu hati yang sama… Tumplek blek di sono. Kabar baiknya semua manusia didesain ma Tuhan untuk punya hati, untuk bisa merasakan semua emosi itu… (kenapa hati nggak dimasukkan ke dalam panca-indra aja ya?) Btw, kamu ngerasa nggak bahwa ada fakta2 yang menarik tentang hati ini?

Fakta #1. Hati tidak dapat didengar oleh orang lain. Kalo kamu berkata dalam hati, nggak ada yang bisa denger… Kalo ada orang yang ngasih kamu sesuatu, kamu juga nggak bisa langsung tau apa pemberiannya itu dari hati yang tulus ato nggak… Kacau deh kalo sampe apa yang ada di hati kamu bisa didenger orang laen. Kalo hati kamu bisa didengar orang laen, kamu nggak akan bisa jaim. Misalnya kamu jatuh hati (hatinya jatuh?) ke seorang cowok keren. Tapi kamu sebagai seorang cewek yang bermartabat dan suka martabak, kamunya jaim, nggak mau nunjukkan kalo kamu naksir berat ma dia. Gengsi dong sebagai cewek kalo show off, terang2an nunjukkan kalo naksir ke cowok… (kata orang ini namanya "jaga martabat" sebagai cewek). Nah, kalo saja… kalo saja… hati bisa didengar, maka martabat kamu sebagai cewek jadi nggak ada harganya (sedang martabak tetap berharga). Cowok itu, yang bisa tau isi hatimu, langsung bilang, "Nggak usah jaim deh… gua barusan denger hatimu… Kamu kan jatuh hati ma guah… Hehehe2…" (tersenyum dengan penuh kemenangan - bisa ngebayangin tampang cowoknya gak?) Dalam waktu singkat kata "jaim" akan segera hilang dari peredaran kalo hati bisa didengar (karena nggak ada yang bisa jaim). Untungnya nggak bisa, Sodara. Tuhan mendesain agar apa yang ada di hati cuman kita yang tau. Orang lain nggak bisa tau apa yang ada di dalam hati kita. Cuman kita ma Tuhan yang tau. That’s why kita mesti jujur ma Tuhan. Curahkan apa yang ada di hati kita ke Tuhan lewat doa kita. 

Fakta #2. Hati nggak bisa boong. Ini menarik Sodara… Hati kita nggak didesain untuk bisa boong. Kalo kamu dikasi sesuatu yang kamu ingin2kan dari dulu, otomatis hati kamu langsung gembira. Dia nggak boong. Kalo kamu diselingkuhi ma pacar kamu, otomatis juga hati kamu jadi sedih… Kalo kamu diboongi ma orang yang kamu sayangi, hati kamu langsung nggak suka, benci dan marah ma orang itu. Hati nggak bisa boong. Kalo benci ya benci. Kalo cinta ya cinta. Kalo gembira ya gembira. Kalo sedih ya sedih. Aku dulu itu orang yang tapres (tanpa ekspresi) banget (untungnya sekarang udah banyak berkurang)… Tapi bukan berarti aku nggak punya hati Sodara. Justru hatiku itu lembuuuttt bangeett… Gampang tersentuh dan kasihan ma orang lain. Nah, ceritanya pas aku pacaran dulu… Pas cewekku nge-mall ma cowok laen, aku langsung cemburu. Hatiku nggak bisa boong. Tapi… Sebagai cowok yang bermartabat (nggak cuman cewek ya yang punya martabat, cowok juga punya…), aku nggak langsung marah2, nggak langsung ngajak duel cowok yang ngajak jalan2 itu (dan menantangnya untuk menyelesaikan masalah dengan cara lelaki…) Sebaliknya Sodara… aku tapres… Nggak ada ekpresi apapun yang aku tunjukkan di wajahku. Sampe2 cewekku bingung… "Loh, kamu nggak papa ya aku jalan2 ma cowok laen…" Dan jawabanku sebagai cowok yang bermartabat adalah, "Ah, nggak papa… masak gitu aja marah. Kamu kan nggak ada apa2 ma dia…" Cewekku percaya dan (menganggap) aku adalah cowok cool dan bermartabat. Kliatannya emang nggak ada apa2. Tapi hatiku nggak bisa boong. Tanpa disuruh, hatiku otomatis cemburu, hatiku nggak suka ma cowok (kurang ajar) yang ngajak nge-mall cewekku… Wajah tapres iya… Tapi hatiku (dan hatimu) nggak bisa boong Sodara… Hati yang cemburu muncul gitu aja tanpa bisa dikontrol. Pelajaran buat para cewek… Jangan percaya ma cowok yang bilang kayak aku (dan pasang tampang tapres walopun dia lagi cemburu). Dia lagi boong, Sodari! Dia nggak jujur ma apa yang ada di hatinya. Dan kalo dia bisa nggak jujur dengan apa yang ada di hatinya ke kamu, lalu apa yang bisa jamin dia akan selalu jujur ke kamu sebagai pacarnya? Terhadap dirinya sendiri aja boong… Just in case, aku ngalami kasus yang sama, ngeliat cewekku ngemall ma cowok laen… Ekspresiku akan lain, Sodara… Aku nggak tapres lagi… Aku akan jujur mengekspresikan apa yang di hatiku, aku akan bilang… "Yang… aku nggak suka sih kalo kamu nge-mall ma dia… Emangnya nggak ada tempat lain selaen mall?? Kalian kan bisa jalan2 ke pantai kek, ke gunung kek… Knapa harus mall…?" (Loh kok?)

Fakta #3. Hati mengontrol tindakan kita. Apa yang jadi tindakan kita berasal dari hati. Kamu yang jaim pada contoh pertama adalah hasil dari hati kamu yang jatuh cinta ma seorang cowok (hati mengontrol tindakan). Aku yang pasang wajah tapres itu adalah hasil dari hatiku yang cemburu. Kalo kamu tertawa lepas itu adalah hasil dari hati kamu yang gembira. Kalo kamu nangis, cemberut ato menekuk wajah kamu kayak acar (minjem istilahnya Yuli) itu adalah hasil dari hati kamu yang sedih. Hati mengontrol apa yang kita kerjakan. Kalo hati kamu dipenuhi dengan kebencian ma seseorang, pasti tindakan kamu ke orang itu akan menyenangkan. Sama kalo hati kamu cinta ma ortu kamu… Apa yang kamu lakukan pasti diusahakan untuk menyenangkan hati ortu kan? Gawatnya, kalo hati kamu sedih, apa yang kamu kerjakan hari itu nggak akan menghasilkan sesuatu yang baik. Kalo hati kamu gembira, aku yakin… seluruh tubuh kamu akan bergerak dengan selaras… Apa yang kamu kerjakan jauh lebih baik ketimbang kalo hati kamu sedih. Kalo kamu ngerjakan ulangan ato ujian dengan hati gembira, pasti laen hasilnya kalo ngerjakan dengan hati yang sedih. Otak rasanya kompromi banget kalo ngerjakan ujian pas hati kita lagi gembira, jadi gampang nginget rumus, jadi lancar ngerjakannya… Hati ngontrol tindakan kita. Loh… Tapi… tapi… tapi kan hati nggak bisa boong… Sewaktu2 kita bisa sedih, bisa benci ma orang lain, bisa marah, bisa kuatir, bisa kecewa… Dan semua hal negatif itu bisa mengontrol tindakan kita jadi nggak bener… Tul nggak? Betul Sodara… Hati nggak bisa boong. Justru di sini pentingnya melekatkan hati pada Tuhan. Tau nggak kamu ketika hati kamu sedih dan berbeban berat, Tuhan bisa ngasih kamu kelegaan dan sukacita? Masa? Kok bisa…? Ok… sebelum kamu ngerti ini, kamu harus tau janji2 Tuhan lebih dulu… Contohnya kalo hatiku kuatir ma masa depanku, aku akan bilang jujur ke Tuhan… "Tuhan, aku kuatir dengan masa depanku, aku nggak tau nanti mau jadi apa, aku ngerasa aku nggak bisa ngerjakan apapun dengan benar…" Aku tau janji2 Tuhan, kekuatiran yang ada di hatiku akan hilang… Aku tau bahwa Tuhan akan menjadikan aku kepala dan bukan ekor, Tuhan udah ngasih aku visi, Tuhan janji akan menyertai aku dengan tangan kuatNya, ngasih aku kekuatan untuk ngadepin semua tantangan dalam mewujudkan visi yang udah dikasi… See? Kalo hati kamu melekat pada Tuhan, kamu tau janji2 Tuhan untuk kamu… Semua hal yang negatif di hati kamu akan berubah jadi positif. Dan tindakan kamu, akan dikontrol oleh hati yang positif… (Btw, kamu tau kan di mana kamu bisa menemukan janji2 Tuhan untuk kamu?)

Hati kita cuman satu, Sodara. Faktanya, tindakan kita sehari2 ditentukan oleh satu2nya hati yang kita punya ini. Dan tindakan2 yang kita lakukan hari ini, akan memengaruhi masa depan kita. Akan memengaruhi kesuksesan kita. (dan hati yang sama ini juga akan memengaruhi pacar ato suami/istri yang kita pilih, memengaruhi orang seperti apa yang kita pilih untuk menghabiskan hari2 kita…). Hati yang cuman satu… tapi memengaruhi banyak hal dalam hidup kita. So… knapa kamu nggak melekatkan hatimu ke Tuhan? For sure, Tuhan nggak akan menjerumuskan kamu… Nggak akan bikin hatimu sakit. Tuhan bisa ubahkan hati yang hancur jadi hati yang utuh. Tuhan bisa ubah hati yang sedih jadi hati yang gembira. Dengan cara apa melekatkan hati ke Tuhan…? Kenali Tuhan Sodara… Dekat dengan Tuhan… Intim dengan Tuhan… dan… mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu… Iya, mengasihi Tuhan dengan satu2nya hati yang kamu punyai…

[buat my sister, Yuli Triana yang kemaren kotbah tentang "Hati yang melekat pada Tuhan", Yul... versiku kok jaoh beda ma versi-mu ya? Kayaknya kita bener2 punya perbedaan karunia... Ini versi "teacher" dan punyamu versi "preacher"... Tapi friends, I tell u ya... Kalo kamu denger Yuli's version, yakin deh... kamu bakal tersentuh sekaligus bersemangat untuk smakin lebih mengasihi Tuhan... She's very good preacher! Tinggal nunggu waktu untuk jadi most wanted preacher... Jadi Sodara, kalo kamu tau ada nama Yuli Triana sebagai pembicara, pastikan untuk tidak melewatkan!]

PS. Posting ini banyak dipenggal2, Sodara… mengingat ini adalah blog yang dibaca dengan komputer yang bisa bikin mata pedes kalo terlalu lama mandangi monitor (terutama bagi mereka yang nge-net pake telkomnet ato di warnet di mana slogannya adalah: "karena setiap detik begitu berharga…") Complete version-nya ada di "Salad Bowl for Teen Spirit" berikutnya… Dijamin lebih seruuuu, Sodara…! :D

17
Nov

Rasanya Kepingin Nyerah Aja…

Rasanya kepingin nyerah aja kuliah S2 jurusan elektro ini… Nggak cuman keluar duit, tapi energi dan pikiran bener2 terkuras. Dalam setengah semester aja (setengah ya, blom satu) rasanya waktuku terkuras abis untuk blajar en bikin tugas… tapi kok ya masih blom nyambung juga pas diterangkan (gimana nggak frustasi, coba…) Padahal kalo waktu buat belajar dan bikin tugas itu dipake untuk yang laen, untuk memasak misalnya, pasti udah bisa mengenyangkan perut warga satu RT selama 7 hari 7 malam.

Rasanya kepingin nyerah aja… Kalo nggak inget papi en mami yang berharap agar agar anak cowok satu2nya bisa lulus S2, mungkin aku udah drop out aja sejak bulan pertama kuliah… Tapi, paling nggak, kalo aku bisa lulus S2, mami bisa dengan bangga cerita pas arisan RT… "Anak saya yang terakhir, Jeng… Sudah lulus S2 jurusan E-L-E-K-T-R-O loh…" (sambil menekankan kata "ELEKTRO"). Lalu ibu2 yang laen pada terkesima… "Kalo ada setrika ato Playstation yang rusak, anak saya bisa loh nyervis… Dijamin pasti setrika ato Playstation-nya bisa kayak baru lagi…" Oke deeeeh Mi, saya akan lulus S2 demi menyervis setrika dan playstation…

Rasanya kepingin nyerah aja… Kalo nggak inget brapa banyak duit yang udah hanyut buat kuliah. Bayar uang gedung, SPP per semester, blom lagi buku2 yang tebel yang kalo dilempar ke anjing bisa menyebabkan anjingnya cacat permanen, kalo nggak inget itu, aku udah drop out sejak dulu. Bayangkan aja, duit tabungan yang aku kumpulkan hanyut gitu aja dan blom jadi apa2. Padahal kalo duitnya dibuat jalan2, aku bisa beli tiket pesawat PP, Malang-Timbuktu, Timbuktu-Malang dan akomodasi selama 3 hari 2 malam bersama Donal bebek dan 3 keponakannya.

Rasanya kepingin nyerah aja… Kalo nggak inget postingku gimana proses aku diterima di S2 Elektro (yang mana dibaca puluhan pembaca blog ini), kalo nggak inget SMS2 yg ngasi semangat aku buat nerusin kuliah ampe lulus, kalo nggak inget org2 di skelilingku yang peduli ma aku en menguatkan aku, mungkin aku udah patah smangat, drop out dan nggak lagi peduli ma S2 elektro… Ngomong2, kalo misalnya yang ngasi smangat adalah the-girl-who-still-remain, mungkin aku langsung bikin tesis dan maju sidang bulan depan…

Rasanya kepingin nyerah aja… Kalo nggak inget visi dan cita2ku, aku pasti udah skip kuliah… Ngapain coba susah2 blajar programmable logic controller, operational amplifier, power, microprocessor, stokastik (yang udah berubah jadi Strokastik karena tugas2nya ternyata bisa bikin orang kena stroke)? Emangnya aku kurang kerjaan apa blajar gitu2an. Nyebutnya aja udah susah… Yah, tapi inget visi dan cita2, aku nggak nyerah walopun keinginan nyerah itu udah di-ujung kepala. Kalo mau nyerah itu gampang banget… Nggak usah masuk kuliah. Di rumah, nulis buku, nge-net, bikin website e-commerce, nyiapin slide materi ngajar buat anak2 dan hidupku akan kembali normal… Tanpa tekanan tugas2, tanpa ada keharusan belajar pelajaran elektro yang aneh2 itu… Cuman bedanya, satu setengah tahun kemudian, aku nggak akan punya embel2 MT di belakang namaku…

Kuliah S2 ini bener2 investasi yang mahaaaaallll… Mana sekarang nggak punya banyak waktu buat ngajar dan nulis lagi, cita2 bikin situs e-commerce mesti di-pending… Aku bener2 berjalan dengan iman untuk semester2 ke depan (baik untuk pelajarannya maupun biayanya). Seen the unseen. Bener kalo ada yang bilang there’s no shortcut to success. Mesti ada proses yang dilewati. Mesti ada lembah kelam yang harus dilewati sebelom bisa nyampe di puncak gunung.

Even though I walk in the valley of deep shadow,
I fear nothing bad.
For You are with me,
Your rod and Your staff are the things that comfort me.

(Jadi, siapa takut? Aku nggak akan nyerah)

Sama kayak aku yang nggak nyerah, kalian jg jangan nyerah apapun masalahnya, ok? Kita harus jadi orang2 yang tangguh yang nggak gampang nyerah. Satu setengah tahun dari hari ini, aku akan bisa baca blog ini sambil senyum2. Lega karena bisa berhasil kluar dari lembah kelam, menang dari masalah ini. Someday, kalo kalian nggak nyerah ma masalah hari ini, ya… someday setelah semua berhasil diatasi, kalian bisa ngeliat di hari ini sambil senyum penuh kemenangan… Bahwa keputusan untuk nggak nyerah di hari ini, bisa bikin kalian naik level, bisa bikin kalian shine like star.

[buat kamu, ya kamu... let's shine in this dark world, beibeh...]

01
Nov

What I’ve learned From School

Ayo berandai2. Misalkan kamu dulu nggak pernah disekolahkan ma ortu kamu, kira2 kamu sekarang jadi apa? Ya, ok2… kamu masih jadi manusia, nggak akan berubah jadi ulet, kepompong ato kupu2 yang lucu. Maksutku apa perbedaan yang paling kamu rasakan seandainya kamu nggak pernah sekolah?

Ya, sekolah ngajar kamu banyak hal. Kalo kamu bisa baca posting ini, sebagian besar ilmunya, kamu dapetkan dari sekolah, mulai dari ilmu membaca, ilmu berbahasa, sampe ilmu komputer. Kamu dapet banyak hal dari sekolah. Kamu boleh bangga kalo kamu isa sampe pada tahap ini (SMA ato kuliah ato bahkan udah lulus kuliah), buanyaaaakkk banget yang udah kamu dapetkan dari sekolah dan thanks God kamu masih tetep manusia walopun tiap hari dijejali ilmu… I’ll tell u friends, nggak pernah ada sepanjang sejarah manusia, bahwa manusia mati karena kebanyakan belajar. Nggak perna ada sepanjang sejarah manusia, bahwa manusia kena serangan jantung begitu dikasi soal2 trigonometri. Nggak pernah ada sepanjang sejarah manusia, bahwa manusia kena kanker otak setelah belajar hukum gravitasi-nya Newton. Ato mati mendadak setelah belajar akuntansi. See? Manusia didesain ma Tuhan untuk belajar. Dan salah satu sarana belajar kalo kamu masih muda adalah lewat sekolah. Jadi tetep sekolah dan belajar. Ok?

Posting selesai.

Ha? Selesai? Garink amat…?

Hehe2… nggak2.

It’s good for u to go to the best school in town. Sama sekali nggak salah kamu belajar keras di sekolah demi dapet ilmu (dan nilai bagus?). Aku, sebagai seorang pengajar, akan selalu encourage murid2ku untuk educate ur self. Tapi, kamu nyadar nggak bahwa sekolah nggak bisa ngajar semua hal yang kamu butuhkan nanti…?

Tau nggak bahwa pelajaran biologi di sekolah ngajar tentang detail bagimana tumbuhan melepaskan oksigen tapi kita nggak pernah diajar tentang pentingnya melepaskan pengampunan untuk orang lain?

Tau nggak bahwa pelajaran matematika di sekolah ngajar detail tentang trigonometri tapi nggak pernah ngajar kita gimana berterimakasih ke orang lain?

Tau nggak bahwa pelajaran ekonomi di sekolah ngajar tentang akuntansi dan laporan keuangan tapi nggak pernah ngajar kita tentang pentingnya memberi, pentingnya memberkati orang lain dengan apa yang kita punya?

Tau nggak bahwa pelajaran menggambar di sekolah ngajar menggambar ruang/perspektif tapi nggak pernah ngajar kita gimana berempati, mengerti perasaan orang lain, melihat sesuatu dari perspektif orang lain…?

Tau nggak bahwa fisika di sekolah ngajar hukum Newton, hukum gaya gravitasi, tapi nggak pernah ngajar kita dengan detail tentang hukum kasih? Bagaimana hukum kasih ini dapat bekerja untuk membuat kedamaian?

Tau nggak bahwa biologi di sekolah ngajar tentang cara kerja tubuh, jantung, hati, darah, tapi nggak pernah ngajar kita tentang kerendahan hati? Tentang pentingnya punya good attitude? Tentang submission?

Tau nggak bahwa pelajaran Bahasa di sekolah ngajarkan tentang makna konotasi, denotasi tapi nggak pernah ngajar kita tentang pentingnya membangun, menghibur dan menguatkan orang lain?

Aku sedih sekali kalo tau ada anak yang pinter banget, tapi ternyata nggak punya good attitude. Jago ngerjakan akuntansi tapi nggak pernah bisa memberi, nggak ngerti apa itu murah hati. Punya perspektif ruang yang bagus, tapi nggak pernah punya empati ke orang lain. Jagoan biologi tapi nggak tau tentang kerendahan hati. Jagoan matematika tapi nggak tau bagaimana berterimakasih. Pinter bikin program komputer tapi tau gimana menghargai orang lain. Pinter menulis tapi dengan gampang berbohong dan menyakiti orang lain dengan kata2nya. Aku sedih, sekaligus kasian… Kasian karena aku tau banget rasanya jadi anak yang kayak gitu. I’ll tell u, friends… Kalo aku bisa nyebut itu semua, simply because that was me 10 tahun yang lalu. Aku nggak tau bagaimana berterimakasih, bagaimana menghargai orang lain, bagaimana submit ke orang yang lebih tua, apa itu rendah hati, aku nggak peduli dengan orang lain, aku nggak tau apa itu memberi, aku pinter membuat kata2 yang bikin orang lain ngerasa bodoh… That’s what i’ve learned from school… Ngeri ya?

Tahukah kamu bahwa setelah kamu selesai sekolah (dengan segudang ilmu yang udah kamu dapet), ternyata ilmu yang udah kamu punyai sedikit sekali berperan dalam kehidupan kamu? Teman2 kamu lebih tertarik kalo kamu adalah orang yang murah hati ketimbang dengan kemampuan akuntansi yang kamu punyai. Lebih tertarik kalo kamu bisa menghargai orang lain ketimbang kepandaian matematika kamu. Lebih tertarik dengan kerendahan hati kamu ketimbang ilmu biologi yang kamu punyai. Nggak ada pembicaraan tentang bagaimana jantung memompa darah. Nggak ada pembicaraan tentang aturan sinus dan cosinus. Nggak ada pembicaraan tentang titik lenyap dalam bangun ruang. Nggak ada pembicaraan tentang percepatan gravitasi sebesar 9.8 m/det2. Nggak ada pembicaraan tentang ikatan kovalen. Nggak ada pembicaraan bahwa algoritma quick sort jauh lebih efisien ketimbang algoritma bubble sort.

Ketika kamu bisa menguatkan temen kamu, bisa menghibur temen kamu yang lagi ada masalah, maka temen kamu akan menghargai kamu meskipun nilai bahasa kamu di raport cuman 6. Ketika kamu bisa memberi dengan tulus kepada temen kamu yang kekurangan, maka temen kamu akan menghargai kamu meskipun kamu nggak pernah bisa bikin neraca yang balans. Ketika kamu nggak sombong, nggak egois, selalu rendah hati, maka temen kamu akan menghargai kamu walopun kamu nggak pernah bisa ngerti bagaimana jantung memompa darah hingga sampai ke hati. Ketika kamu selalu jujur dan mengatakan kebenaran, maka temen kamu akan menghargai kamu meskipun kamu nggak bisa ngerti apa beda past tense dengan past perfect tense…

So, friends… Ada hal yang jauuuhh lebih penting ketimbang sains2 yang kamu pelajari di sekolah. Yup, sains2 itu penting. Aku nggak akan bisa mengajar kalo nggak ngerti sains… Tapi di atas semua sains itu, ada yang namanya attitude. Tetep belajar di sekolah sebanyak mungkin… dan jangan pernah lupakan untuk belajar ber-attitude dengan baik.

[buat kakak2 rohaniku yang luar biasa yang selama ini udah bimbing aku, aku mau belajar terus...]