Archive for January, 2007

26
Jan

Akhir semester I

Hari Jumat kemaren adalah kuliah terakhir untuk semester 1 dari 4 semester yang (nggak) direncanakan. Mestinya cuman 3 semester, tapi menurut kabar burung, di universitas ajaib ini, masih blom ada makhluk yang bisa menyelesaikan S2 jurusan elektro dalam 3 semester, rata2 pada nggak selesai semua, pada DO (drop out) ato OD (out dewe)… 

Harus ada perbaikan. Maksimal, 4 semester aku harus lulus. Kalo lebih dari 4 semester pasti jadi ribet, karena universitas ajaib ini mengharuskan mahasiswanya membayar tiap semester selama tercatat sebagai mahasiswa.

Selama kuliah semester 1 lalu, ada banyak kejadian yang bikin aku belajar. Misalnya, untuk mata kuliah ED, yang diajar oleh Pak Dino  (demi mencegah hal2 yang bisa menjatuhkan nilai penulis blog ini, maka nama sengaja disamarkan karena nilai mata kuliah yang bersangkutan masih belum keluar). Tiba2, Pak Dino ini ngasih pengumuman untuk ngumpulkan laporan yang kalo dijilid, tukang jilidnya bisa kehilangan mood untuk njilid selama beberapa minggu saking tebelnya laporannya… dan ditambah lagi dengan kalimat "Saudara disarankan untuk mengumpulkan laporan ini besok pagi". Kata disarankan bisa diartikan "saran bagi yang ingin lulus kuliah ini". Kabar baiknya, bagi mereka yang berminat mendalami mata kuliah ini semester depan (ato mengulang), boleh tidak mengumpulkan laporan. Buat aku, 1 semester sudah cukup. Alhasil, besoknya aku ngumpulkan dengan gejala2 tubuh, mata setengah terbuka, perasaan setengah melayang, nggak yakin apakah aku dalam keadaan sadar ato nggak sadar serta perasaan kasian terhadap tukang jilidnya…

Lalu ada kuliah yang namanya OA, diajar oleh Pak P. S (yang mana gelarnya lebih panjang ketimbang namanya sendiri), dari inisialnya namanya, jelas menunjukkan dia adalah salah satu insinyur dari perusahaan permainan terkenal di Jepang. Untuk ujian akhir dia ngasih kita semua 1 soal yang saling berlainan. Masalahnya, jawabannya nggak ditulis di kertas, tapi dipresentasikan pake powerpoint di depan kelas, di hadapan para mahasiswa lain. Dan aku dapet soal tentang Rogowski Coil yang kalo dipelajari, bisa membuat kita dendam terhadap Rogowski dan keturunan2nya. Kalo saja Rogowski nggak lahir, bisa jadi aku dapet soal "Soejono Coil" ato "Djito Coil" yang kalo diliat dari namanya, pasti jaooooh lebih mudah dipelajari dibandingkan Rogowski Coil.

Ada lagi mata kuliah Stokastik yang diajar oleh Pak W. A. Bapak dosen satu ini nyentrik, nggak perna pake teknologi aneh2 walo dia dosen elektronika. Nggak pake proyektor, nggak pake laptop dan nggak bawa hape. Ngajarnya selalu pake slide dan OHP yang bahkan bisa bikin dinosaurus terkantuk2 saking tradisionalnya. Tapi kuliahnya jangan ditanya… Tugas2nya susah untuk diketik karena banyak make simbol2 matematika, dari "diferensial", "pi", "integral", "deh", "tao", bahkan "yin" dan "yang". Jadi, kalo ada yang bisa diketik dengan lancar, pasti itu cuman kata "Jadi … ", "Sehingga…", "Dari persamaan tersebut didapat…" serta "Demikian tugas ini, semoga berkenan."

Tapi overall, aku mulai enjoy dengan kuliah S2 yang masih tersisa 3 semester lagi.

Akhir kata… Buat yang merayakan, saya ucapkan "Selamat menempuh hari libur kuliah. Semoga di kuliah yang baru nanti, kita semakin mengerti dan menjadi lebih pandai dari semester sebelumnya".

05
Jan

Catatan Seorang Redaksi - Part 1

What a new year, friends…!

Guess, di mana aku saat malam tahun baru?

  • Diem di rumah nonton TV sendirian? Nggak.
  • Di suatu pesta taon baru yang diadakan hotel, cafe ato sejenis itu? Nggak.
  • Ke luar kota, ngerayain taon baru di tempat wisata? Nggak.
  • Ngumpul dengan para FCTs seperti yang biasa aku lakukan 10 taon baru terakhir? Nggak juga. Bukan karena aku bosen dengan mereka, no… Kami selalu fun kalo udah ngumpul bareng, nggak pernah kehabisan bahan untuk diomongkan.

So, where was I? Nggak di rumah, nggak ke luar kota, nggak nge-cafe, nggak bareng FCT. Where was I…? Somewhere in space and time, hehe2… never mind2 friends…

Btw friends, taon baru ini aku resmi punya jabatan yang namanya redaksi pelaksana. Yak, redaksi pelaksana dari sebuah majalah Youth yang terbit setiap bulan. Apa tugasku? Tugasku menantang banget…! Aku berhak membentuk tim yang nanti kerja bareng aku, aku berhak menentukan topik2 yang ada, aku berhak menolak dan menerima artikel yang masuk, aku berhak menentukan desain, aku berhak menentukan gaya penulisan, aku berhak menerima, membaca dan membalas surat yang masuk, dan aku berhak menentukan style majalah ini. See? Menantang kan? Dan jika masih kurang menantang, coba ganti kata "berhak" menjadi "WAJIB". Hehe2… Yak, itu semua sbenernya wajib aku lakukan… Lalu tambah lagi bahwa majalah ini BUKAN MAJALAH PROFIT ORIENTED! Bahkan nanti akan dibagikan dengan gratis. So, aku sama sekali nggak digaji ato dikasi duit untuk ngerjakan majalah ini… Nah, jadi lebih menantang kan? :D (Btw, edisi pertamanya direncanakan terbit tanggal 11 Februari 2007)

Terus terang, aku punya visi di majalah ini. Waktu aku presentasi tentang format majalah ini, tentang contents di majalah ini, misiku adalah membuat sebuah media yang dapat dimanfaatkan oleh Youth, oleh anak-anak muda agar dapat mengembangkan potensi mereka, membentuk karakter dan bertumbuh dalam pengajaran yang benar. Apa maksutnya? Gini, aku ngeliat anak2 muda (sample-nya adalah murid2ku yang masih SMP ato SMA) ternyata punya potensi yang luar biasa. Potensi untuk nulis cerpen, nulis puisi, nulis artikel, fotografi, art desain pake komputer, karikatur, kartun… Potensinya luar biasa (eniwei, aku udah tau beberapa mantan muridku yang isa bikin cerpen pas masih SMP, isa bikin puisi, isa nulis versi laen dari Harry Potter dalam BAHASA INGGRIS setebal 11 chapter! What a great potential…!!). Hanya saja banyak dari mereka yang nggak ada yang ngarahkan dan nggak punya wadah untuk mengembangkan potensi. Jadi potensi tetep jadi potensi. Nggak bisa dinikmati orang laen. Tulisan2nya tetep ada di dalam dirinya, tanpa ada orang laen yang menikmati. Puisi2nya tetep ada di dalam dirinya, tanpa ada tau. Cerpen2nya hanya ada di angan2 tanpa ada seorang pun yang bisa baca… Itu namanya potensi yang terpendam yang nggak pernah terekspos.

Bayangkan kalo seandainya potensi itu bisa terekspos, orang laen bisa menikmati hasil karya dari potensinya… Pasti bikin hidup lebih hidup (minjem slogan dari sebuah produk yang jelas2 nggak bikin hidup lebih hidup). Yang hidup nggak cuman yang menghasilkan karya itu, tapi yang menikmati karya itu juga isa lebih hidup… So, that’s my vision for the magazine. Maximized potential.

Yang kedua, aku pingin membentuk karakter mereka. Waktu aku presentasi tentang contents dari majalahnya, aku bisa melihat wajah2 yang excited. Aku bilang ke mereka, kalo kamu ngerasa bisa nulis, ayo nulis di sini, kalo kamu ngerasa jago desain, ayo desain di sini, kalo kamu seneng fotografi, ayo bikin karya di sini. Aku bilang ke mereka, aku nggak akan pelit ilmu. Apa yang aku bisa, akan aku ajarkan. Aku ajari gimana nulis artikel, aku ajari gimana nulis cerpen, gimana nulis puisi, gimana mendesain pake Photoshop ato Corel. Aku akan ajarkan apapun yang aku bisa untuk mengembangkan potensi mereka, so nanti apa yang aku bisa, mereka juga bisa…! Imagine that? Anak2 SMP, anak2 SMA jago nulis, jago desain… Dan guarantee, the next 5-10 years, ketrampilan mereka jaooooohhh lebih dari aku saat ini. Hei, that’ll be great, right?

Siapapun yang tergabung di majalah ini, akan terlibat langsung untuk kerja bareng aku. Aku akan meng-scretch, menarik semua potensi yang mereka punyai. Tapi nggak cuman itu, aku pingin mereka juga punya karakter yang bener. Jangan sampe ada mereka yang pinter tapi sombong… That’s very baaaad character. Jangan sampe ada di antara mereka yang pinter nulis tapi nggak tau menghormati pimpinan, nggak tau gimana honoring parents. Jangan sampe ada di antara mereka yang jago desain tapi nggak ngerti etika. Aku nggak akan cmn maximized potential, tapi akan disciple mereka untuk bertanggung jawab, untuk kerja dengan spirit of excellence. Kalo mereka nggak bisa bertanggung jawab, maka pilihannya dua, nggak usah gabung ato mulai punya tanggung jawab, mulai punya attitude yang bener.

Smart, good attitude… What else the parents wants their children to be? Oh, ada lagi. Apa yang ditulis di majalah ini harus membuat mereka (anak2 muda yang baca) bertumbuh dalam pengajaran yang bener. Pengajaran yang nggak mengandung hal2 yang ngerusak mental anak2 muda, nggak akan ada pornografi, nggak akan ada kekerasan… Semua di dalamnya berisi untuk membentuk mereka gimana jadi anak2 muda yang lebih baik. Gimana lebih deket ma Tuhan, gimana berhubungan ma orang laen, gimana ngambil keputusan dengan bener, gimana jadi anak yang bertanggung jawab, gimana untuk punya spirit of excellence. So, hopefully, siapapun yang terlibat dalam majalah (baik yang ngerjakan maupun yang baca) akan dapet sesuatu.

Kamu bisa gabung untuk sama2 bikin majalah ini. Nanti kamu bisa tunjukkan ke temen2, ke ortu kamu bahwa kamu adalah extraordinary youth. Kamu punya potensi yang bisa dikembangkan. Kamu bisa berkarya. Kamu bukan youth yang "ecek2" yang bisanya cuman ngabisin duit ortu, tapi nggak punya prestasi apa2. Kamu bukan cuman bisa bilang nasi udah jadi bubur, tapi kalo kamu jadi bubur, kamu harus jadi bubur ayam spesial. Isn’t that great friends? Ortu kamu bisa liat bahwa kamu punya good attitude, bisa liat karyamu, bisa bangga ma kamu…

Wanna join friends? We’re very welcome… It’s not about the magazine only. You can join with us EVERY Saturday, 5-7pm in Jl. Tenaga Baru IV/6 Malang. What do we do? There’s a bunch of youths who’s so passionate in God. We have youth service, friends… Kalo kamu mikir itu cuman ibadah youth biasa, cuman sekumpulan anak2 muda yang terlalu fanatik yang menghabiskan malam minggu dengan beribadah di gereja, yang nggak punya temen2 gaul yang bisa diajak ke mall untuk shopping, yang nggak punya acara apa2 sampe ngabisin waktu untuk ibadah… think again friends… Kalo kamu mikir bahwa acaranya pasti hanya nyanyi lagu2 membosankan, bertepuk tangan tanpa semangat di sebuah ruangan sempit bersama orang2 aneh yang nggak gaul, yang membosankan, yang kuno, yang nggak menarik, lalu buka2 Alkitab, dengerin kothbah yang bikin ngantuk, ngasih duit persembahan… hei, think again… What do we do? I’ll tell you what do We do. We have very very exciting service. Kami adalah sekumpulan anak2 muda yang keren, yang gaul. We look sharp, bold, excited, passionate… Kami punya drama, pemusik, hip-hop dancer, kami bikin majalah, kami mendekorasi tempat ibadah, kami mengajarkan how to be better youth, how to impact your society, how to shine in the world, how to maximize your potential, how to have a good personality… What a great service… Kami menggunakan semua teknologi yang ada saat ibadah. Kamera, komputer, proyektor, sound system, absensi lewat komputer. (Bahkan ibadah Sabtu lalu kami nonton film "Present Time" plus snack dan minuman). It’s not boring at all, friends. I enjoy every Saturday night come to church, bersekutu ma anak2 muda yang so excited… I enjoy teaching them. Maximizing their potential to the fullest!

So, ya… We care about Youth. Majalah tadi adalah salah satu sarana kami untuk mengembangkan potensi youth. Masih ada hip-hop dancer, drama, music (bass, keyboard, guitar, drum, even piano!), singer, retreat, pitstop training center (Bible Study yang dijamin nggak akan bikin ngantuk). Hei youth, ini wadah kalian untuk maximized potential, untuk mengembangkan bakat, untuk membentuk karakter, untuk punya spirit of excellence, untuk jadi dewasa dan bertanggung jawab… Come, join with us… hei, I’m your friend. I’ll be there.

[buat anak2 youth... friends, i really enjoy spending time in the new year eve 2007 till 6 in the morning with you! :D ]