Halaman kampus itu nyaris nggak ada tumbuhan hijau.
Siang hari itu, seorang cowok memasuki pelataran kampus yang nggak asri itu dengan tergesa2. Sesaat sebelum cowok itu mematikan mesin mobilnya, seorang satpam dengan wajah yang nggak jelas ekspresinya, mendatanginya. Lengkap dengan pentungan.
"Selamat siang dik!", sapa Satpam itu, berusaha untuk ramah.
"Ya pak?" Jawab cowok itu dengan heran, namanya nggak mempunyai unsur "dik" dan dia udah terlambat masuk kelas. Cowok itu berusaha sabar menanggapi satpam itu ketika melihat bahwa pentungan yang dibawa satpam itu bukan pentungan karet. Pentungan asli.
"Mobilnya…! Nggak boleh diparkir di situ…!" kali ini ekspresinya wajahnya sudah cukup jelas. Marah. Dan warna hitam pentungan yang dibawanya nampak berkilat di bawah cahaya matahari.
Cowok itu melirik pentungan yang dibawa Satpam itu, "Pentungannya beli di mana ya Pak…? Eh, maksut saya… knapa ya mobil saya nggak boleh ditaro di sini?" Tanya cowok itu… sesopan mungkin dengan tutur kata ketika seperti kalo ia merayu cewek. Tapi jelas, dia nggak sedang merayu satpam itu… Dia cuman nggak ingin bermasalah dengan pentungan yang dibawa satpam itu.
"Kamu ini gimana? Mahasiswa baru ya?!! Mestinya tau aturan di sini!!" Bentak satpam itu. Ekspresi wajahnya menahan marah, tapi sungguh lebih mirip ekspresi orang yang menahan buang air besar.
"Maaf Pak… Bapak kebelet ya? Toiletnya ada di dalem kalo mau buang air besar…" Aduh…! Kok jadi ngomong gitu sih… "Em… maksut saya, biasanya saya parkir di sini. Kalo nggak bisa parkir di sini, terus saya parkir di mana ya pak…?" Tanya cowok itu dengan polosnya. Masih ngeri membayangkan kalo2 pentungan hitam itu tiba2 diarahkan ke wajahnya.
"Kamu jurusan apa?" Tanya satpam itu dengan arogan.
"Em… Saya dari fakultas Teknologi Informasi."
"Saya nggak tanya itu! Jurusannya…!"
"Oh, maksutnya jurusan… Ngomong dong Pak dari tadi. Tapi Pak, bukannya fakultas teknologi informasi di universitas ini cuman punya satu jurusan, Teknik Informatika ajah? Jadi otomatis saya jurusan Teknik Informatika dong Pak…"
"Ooo… Jadi kamu jurusan TI! Tuh, kamu parkir mobil di sana!" Satpam itu menunjuk dengan pentungannya suatu tempat parkir. Hampir saja cowok itu mengira dia akan dipentung karena pentungan itu melewati wajahnya ketika satpam itu menunjuk suatu lahan parkir. Tempat yang ditunjuk oleh pentungan itu adalah sebuah tempat parkir yang tandus… Yang bahkan seekor semutpun akan kepanasan karena nggak bisa menemukan tempat berteduh.
"Tapi Pak… Itu kan tempat parkir buat…"
"Iya… Kamu parkir di situ! Itu TEMPAT PARKIR BUAT MAHASISWA…!" Satpam itu menekankan kata "MAHASISWA" tepat di depan wajah cowok itu.
"Jadi di sini ini bukan tempat parkir mahasiswa ya Pak?" Tanya cowok itu, bloon.
"Dik… Tempat ini adalah tempat parkir untuk dosen. Yang di sana adalah tempat parkir mahasiswa. Jelas?" Penjelasan yang bikin cowok itu tertemplak… Satpam itu menjelaskan dengan penuh kemenangan… Bahkan kilau pentungannya bersinar semakin terang.
"Jelas… jelas… Pak… Jadi kalo dosen boleh ya Pak mobilnya diparkir di sini"
"Boleeeeeh…." Jawab satpam itu tersenyum sinis, penuh kemenangan… Karena dia tahu bahwa mahasiswa dengan tampang kayak cowok itu nggak akan pernah jadi dosen.
Lalu cowok itu mengeluarkan dompetnya. Mengambil sebuah kartu seukuran kartu ATM dan memberikannya kepada Satpam itu. Pada kartu tersebut yang bertuliskan:
Dosen Luar Biasa - Fakultas Teknologi Informasi
Universitas K*** - Malang
Foto dan nama cowok itu ada di sana. Pentungan satpam itu tiba2 terjatuh setelah dia membaca kartu tersebut.
Recent Comments