Sapa yang pernah denger nama Wilma Rudolph? Gak banyak ya? Aku curiga gara2 dia orang kulit hitam maka gak gitu sering disebut2. Tapi ada baiknya juga si, artinya kamu akan surprise banget baca kisahnya…
Wilma ini lahir di keluarga besar taon 1940, dia anak ke 20 dari 22 bersaudara. Yak, bener…! Dia punya 19 kakak dan 2 orang adik. Orang tuanya adalah orang yang baik dan jujur, tapi keluarganya miskin banget… Kenyataannya taon 1940-an itu orang kulit hitam dianggap orang kelas bawah, gak punya hak yang sama dengan orang kulit putih.
Membuat cerita ini lebih tragis, Wilma lahir prematur dengan berat 2.2 Kg. Lalu di usia 4 taon, terserang polio plus radang paru-paru sampe separuh badannya lumpuh, dan Wilma gak bisa jalan normal. Satu-satunya rumah sakit untuk orang kulit hitam berjarak 75Km dari rumahnya. Mamanya tiap dua minggu sekali mesti bawa Wilma kecil ke rumah sakit itu dan setiap hari mesti mengurut kakinya yang lumpuh itu. Udah lumpuh, masih dibawa-bawa ke rumah sakit tiap dua minggu…
Masih kurang tragis? Vonis dokter bilang keadaan Wilma parah banget. Udah bagus kalo dia bisa bertahan… Kalo beruntung mungkin dia menghabiskan sisa hidupnya dengan berjalan make kuk ato penopang dan gak bisa berjalan normal… So sad…
Tau nggak apa impian Wilma kecil ini? Dia katakan ke mamanya, "Mam… I want to be the fastest woman on earth!" Anak kecil kulit hitam yang menderita radang paru2, separuh tubuhnya lumpuh, nggak bisa berjalan dengan normal, divonis dokter bakal gak isa berjalan dengan normal seumur hidupnya, punya cita2 jadi wanita tercepat di dunia… Boro2 lari, jalan aja susah. Tebak apa yang mamanya katakan? "Yes, you can!"
Wilma kecil ini tumbuh dengan impian menjadi wanita tercepat di dunia dalam hatinya. Dia pikir, untuk jadi wanita tercepat, paling nggak dia harus bisa berjalan dengan normal. Nggak ada satu pelaripun yang make tongkat penopang buat jalan. She made up her mind to walk normally. Pikiran, hati dan kehendaknya fokus bahwa dia harus bisa berjalan normal tanpa penopang. Di usia 12, akhirnya dia bisa berjalan dengan normal, dia berhasil mengatasi kelumpuhannya. Selesai sampe sini? Blom…
Apa langkah berikutnya? Berlari. Untuk menjadi wanita tercepat, dia harus bisa berlari. Dia mulai berlatih berlari. Ketika dia mulai bisa berlari, dia mengikuti lomba lari pertamanya di sekolah. Tebak, apa yang terjadi? Mudah ditebak… Seorang cewek yang semasa kecilnya lumpuh, sakit2an, divonis dokter gak akan bisa jalan normal, ikut lomba lari. Dia kayak kura2 yang berlomba lari dengan kelinci. Apa hasilnya? Ya, dia berada di urutan terakhir. Hei, setidaknya kita mesti beri semangat bahwa dia berhasil mencapai garis finish. Not bad kan buat seorang yang dulunya lumpuh jadi bisa berlari?
Selesai? Nggak. Impian untuk jadi wanita tercepat itu sama sekali nggak pudar. Dia ikut lomba lari lagi, dan ya… tiba di garis finish urutan terakhir lagi. Lomba lagi, terakhir lagi… Gitu terus… Pasti dia diketawain orang. Tiap kali lomba lari di skolah, pasti tiba di urutan terakhir. Knapa gak mundur aja sih? Tau diri dikit lah… Jelas2 nggak bisa lari cepet, masih aja ikut lomba lari. Bisa jalan normal aja udah baik.
Wilma gak pernah melupakan impiannya untuk menjadi wanita tercepat di dunia. Gak peduli orang laen mengetawakan dia, gak peduli hasil lomba larinya… Dia hidup dengan satu impian… "menjadi wanita tercepat di dunia".
Olimpiade 1960, Roma, ketika usia Wilma 20 taon. Wilma berada di sana… Di lapangan track and field. Ngapain dia? Nonton lomba lari? Jadi pemandu sorak buat nyoraki peserta? Nggak. Dia adalah peserta yang mewakili negaranya, yaitu United State of America di cabang Atletik yang paling bergengsi, yaitu lari cepat 100m, 200m dan estafet 400m.
Urutan terakhir lagi? Nggak.
Kali ini dia berada di urutan pertama untuk ketiga cabang tersebut.
Kali ini dia dapet TIGA medali emas untuk cabang lari cepat 100m, 200m dan 400m, yang membuat USA menjadi juara umum olimpiade Roma.
Kali ini dia resmi menjadi wanita tercepat di dunia.
Wow! What do you think friends? Don’t be just inspired by the story. But change ur mind! Pikiran, perasaan dan kehendak kita itu jaooh di atas limit tubuh kita. Jangan hidup dengan dikontrol ma tubuh ato lingkungan kamu. Kalo hidup Wilma dikontrol ma tubuhnya, maka most probably dia gak akan bisa jalan sepanjang hidupnya. Harus dibalik, bahwa pikiran, perasaan dan kehendak kita yang mesti mengontrol tubuh kita.
Apa impian kamu? Apa cita2mu? Just don’t let your body limit ur dreams! Don’t let other people’s word limit ur dreams! Batas itu cmn ada di pikiran kamu.
I tell u what are my dreams. I want to have financial freedom at 32. What’s financial freedom, anyway? Financial freedom itu kebebasan untuk menikmati hidup, untuk bebas berkembang belajar apapun, untuk punya gaya hidup apapun yang diinginkan tanpa dibebani masalah keuangan. Aku pingin jadi penulis buku bestseller tanpa harus mikirin kondisi keuangan, aku pingin mengajar youth dengan passion tanpa harus mikir berapa besar aku dibayar untuk itu. (aku ingin begini… aku ingin begitu… ingin ini itu banyak sekali).
Tapi, tau nggak kondisi financialku saat ini? Gak ada tanda2 menuju financial freedom… Persis kayak si kecil Wilma Rudolph yang pengen jadi wanita tercepat di dunia, gak ada tanda2 bahwa dia bakal jadi wanita tercepat. But we have something in common… We have dreams, and we’re gonna make the dreams come to past.
[Wilma: I want to be the fastest woman on earth...
Windra: I want to have my financial freedom at 32...]
[Sumber:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Wilma_Rudolph
2. http://www.lkwdpl.org/wihohio/rudo-wil.htm]
Recent Comments