Archive for March 7th, 2009

07
Mar

Windra Swastika, S. Kom, M. T

I just finished graduation ceremony (wisuda) for my master degree in Brawijaya University - an hour ago. It was tiring. Ada sekitar 1.100 lebih wisudawan dan wisudawati, dari tingkat Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) tumplek blek di gedung Sasana Krida - dan let me tell you, dalam prosesi wisuda, ke-1.100 nama itu dipanggil satu per satu, tanpa kecuali, lengkap dengan gelarnya, lalu mereka maju untuk menerima ijasah, berjabat tangan dengan both dean and rector (I’m wondering how the rector feels after the graduation…). Jika setiap wisudawan saling berjabat untuk memberi selamat, lalu pertanyaannya adalah berapa jabat tangan yang terjadi sepanjang graduation ceremony itu? Nggak penting ya?

Melelahkan… Sejak dari posting ini (cerita bagaimana awal mula masuk Universitas Brawijaya), perjuangan nyelesaikan tesis sampe akhirnya resmi dapet selembar ijasah dan selembar transkrip nilai bener2 perjuangan. Iya, dua taon, ngerjakan tugas2 akhirnya ditukari ma dua carik kertas dengan tanda tangan Pak Djanggan dan Pak Yogi. 

(Btw, kurang dikit udah dapet predikat cum-laude, tp saya nggak kecewa2 banget, lah wong jurusan-nya elektro)

Tapi during the graduation ceremony, saya bener2 terkejut ketika nama “dia” disebut. Nggak nyangka aja kalo dia bisa ada di sana, dan kita diwisuda di hari yang sama dan ruang yang sama. Padahal saya nggak berharap ketemu, nggak mikir apa-apa, bahkan honestly udah hampir lupa sama dia.  Jadi pas namanya disebut, saya langsung ingak-inguk memastikan kalo itu adalah dia tapi nggak keliatan jelas. Untungnya, tempat duduk saya ini cukup strategis… ada di sisi paling kiri, sehingga para wisudawan yang sudah menerima ijasah, pasti akan kembali dengan berputar ngelewati tempat duduk saya.

Jadi waktu dia kira-kira 2 meter di depan saya, baru saya bisa pastikan… yep, it’s her! Gosh… she’s gorgeous! I haven’t seen her, for like… 3 or 4 years? Saya panggil dia… Dia noleh, lalu saya beri ucapan selamat.

Bener-bener surprise bisa ketemu dia… dan saya masih ingat bagaimana dia tadi dipanggil. 

Dari Fakultas Kedokteran…

… 
dr. E… M…
…”

(the-girl-who-still-remain)

[and... as you might guess, sepatu yang saya pake untuk wisuda ini adalah...
...
...
My Black Shoes!
hidup my black shoes...!]