02
Jun
09

How it feels to be a genius?

Saya tidak dapat menahan diri saya untuk bertanya dalam hati bagaimana rasanya menjadi jenius? Bagaimana rasanya menjadi seseorang yang multi-talenta?

Bagaimana rasanya punya otak yang kecepatan berhitung dan analisanya di atas normal sekaligus mampu mengkoordinasi jari-jari tangan untuk bermain piano, biola atau gitar dan menghasilkan nada yang indah? Bagaimana jika dalam otak sama itu juga mampu merangkai kata-kata menjadi sebuah tulisan yang sangat memikat? Lalu bagaimana jika melalui otak yang sama, mampu dihasilkan karya seni seperti lukisan, fotografi, dan masakan yang lezat (ya, “dan”, bukan “atau”)? Otak yang sama tersebut, juga mampu mengkoordinasi gerakan tubuh dengan sempurna sehingga  gerakan-gerakan tubuh seperti lari, senam, ataupun berenang yang dilakukan adalah gerakan-gerakan yang nyaris sempurna tanpa cacat.

I know few of them. Saya pernah menanyakan ke yang bersangkutan, bagaimana rasanya menjadi jenius seperti itu. Tapi saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, karena dia pikir dia juga sama dengan yang lain. Ya, whatever the answer, for me, they are special!

Tetap saja saya struggling dengan pertanyaan: how it feels to have a head with such brain inside? Bagaimana rasanya punya kepala dengan otak semacam itu di dalamnya? I mean, s/he can do almost all things that human beings have learned for the last centuries, sports, math, music, art, drawing, computer… (saya nyaris berpikir bahwa mereka adalah spesies yang lahir beberapa puluh tahun lebih awal)

Saat melihat (membaca, mendengar atau menikmati) karya-karyanya, saya benar-benar nyaris tidak bisa memercayai bahwa itu semua berasal dari 1 otak yang sama - 1 pribadi yang sama - 1 identitas yang sama. Wow!

Dan pada akhirnya, sayapun tidak bisa menahan untuk semakin kagum dengan penciptaNya - what a great privelege if we can serve and do something for HIS Kingdom?

(This posting is dedicated to a few genius friends I’ve ever knew, to a few students I’ve ever have, and… to a 14-years-old-bright-and-talented-little-girl I teach now, OsL).




4 Responses to “How it feels to be a genius?”


  1. 1    Nina June 2, 2009 at 3:01 pm

    Pertanyaan yang sama yang kami ajukan tentang Pak Windra: kok bisa ya, ada orang yang pinter gt?

  2. 2    Anneke June 5, 2009 at 2:27 pm

    iya nih, aren’t you a genius, too?

  3. 3    Windra June 5, 2009 at 2:54 pm

    Seseorang yang hampir nggak naek kelas pas SMP, yang pelajaran Bahasa Inggrisnya dapet 5 di raport, dan yang selalu stress kalo menghadapi ulangan matematika, nggak bisa dianggap jenius… :)

  4. 4    budhy July 8, 2009 at 10:43 pm

    Berarti aku multi talented juga ya. bisa jadi staff IT, bisa jadi MC, bisa nyanyi walaupun ndak enak, bisa jadi pembawa firman walaupun ndak pinter-pinter amat, hmmm ternyata saya jenius ahahahahha, daripada nggak ada yang muji lebih baik memuji diri sendiri yaaayyy ahahahahha

Leave a Reply